alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Harus Kawal Usulan Peralihan Status

28 November 2020, 11: 17: 44 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TAHAP PENGUSULAN: Jalan Brigjend Soetran yang merupakan salah satu jalan kabupaten yang diusulkan jadi jalan provinsi

TAHAP PENGUSULAN: Jalan Brigjend Soetran yang merupakan salah satu jalan kabupaten yang diusulkan jadi jalan provinsi (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Pengajuan beberapa ruas jalan kabupaten menjadi jalan provinsi di Bumi Menak Sopal dinilai sebagai langkah yang tepat oleh DPRD. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi solusi di tengah keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan jalan.

Apalagi pada 2021 mendatang, pendapatan dari pemerintah pusat berkurang, otomatis mengurangi pendapatan untuk memaksimalkan pembangunan di Trenggalek. Karena Trenggalek masih ketergantungan dana transfer dari pemerintah pusat, harus menjadi pertimbangan mulai organisasi perangkat daerah (OPD) hingga bupati. "Dengan kondisi jalan banyak yang rusak, kami harap pemkab berpikir dalam hal penguatan insfrastruktur," ungkap Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam.

Dia melanjutkan, wakil rakyat menyetujui jika ada wacana pemkab yang mengusulkan beberapa ruas jalan menjadi jalur provinsi. Ruas jalur tersebut seperti empat luas jalan tersebut meliputi ruas jalan mulai simpang empat Nirwana hingga simpang empat Bendo, Pogalan; ruas simpang empat Nirwana menuju Kecamatan Bendungan; simpang tiga Terminal sampai simpang tiga Widowati; dan ruas jalan di simpang empat Karangan sampai simpang tiga Nglongsor. Juga diharapkan terjadi usulan beberapa ruas jalan lain seperti jalan jalur Sebo. "Panjang jalan kabupaten yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah ini memang cukup panjang. Sehingga perlu dilakukan peralihan status itu agar beban pemeliharaan jalan bisa berkurang," katanya.

Sehingga selain melakukan usulan, pemkab harus terus mengawal usulan tersebut agar tidak berhenti di tengah jalan. Jika secepatnya usulan tersebut terealisasi, selain beban biaya pemeliharaan berkurang, spek jalan tersebut juga bisa bertambah. Sehingga jalannya transportasi bisa lancar. "Berdasarkan laporan, panjang jalan di sini sekutar 920 kilometer. Jadi membutuhkan biaya pemeliharaan yang sangat besar. Dengan pengalihan status jalan tersebut, kami berharap beban pemkab berkurang dan bisa lebih difokuskan lagi," jelas Samsul. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news