alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Jalan Bakal Makin Padat

Sebulan, Tambah 1.000 Roda Dua

28 November 2020, 11: 20: 51 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RAMAI: Simpang Empat Al Muslimun di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung yang  dilintasi  berbagau jenis kendaraan dari empat penjuru. Ruas jalan ini bakal semakin padat karena pertumbuhan kendaraan tinggi.

RAMAI: Simpang Empat Al Muslimun di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung yang  dilintasi  berbagau jenis kendaraan dari empat penjuru. Ruas jalan ini bakal semakin padat karena pertumbuhan kendaraan tinggi. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Pertumbuhan jumlah kendaraan di Tulungagung tiap bulan mengalami kenaikan yang signifikan. Bagaimana tidak, berdasarkan data yang diterima, ada sekitar 1.000 penambahan kendaraan roda dua tiap bulan. Sementara itu, kapasitas jalan yang ada di Tulungagung masih tetap. Artinya, dengan jumlah kendaraan roda dua yang meningkat sedangkan kapasitas jalan tidak ada perubahan, berpotensi terjadi kepadatan kendaraan di Tulungagung.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung Sujarmani mengatakan, berdasarkan data dan pengamatan yang telah dilakukan, terjadi peningkatan kendaraan roda dua yang cukup signifikan. Tiap bulan ada sekitar 1.000 penambahan kendaraan roda dua. “Informasi yang kami terima itu hampir tiap bulan ada 1.000 penambahan kendaraan roda dua,” tuturnya.

Jarmani -sapaan akrabnya- menjelaskan, dengan meningkatnya pertumbuhan kendaraan roda dua yang signfikan, kapasitas jalan di Tulungagung belum bisa mengakomodasi kendaraan. Karena dengan meningkatnya kendaraan, kondisi jalan kini semakin sempit akibat kepadatan kendaraan. “Jalan di Tulungagung akan semakin sempit karena banyak diisi oleh kendaraan,” jelasnya.

Pria ramah itu mengungkapkan telah memiliki beberapa alternatif agar tidak terjadi penumpukan dan kepadatan di jalan. Pihaknya akan menambah fasilitas perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas, memperjelas marka jalan, dan sebagainya. Pihaknya juga akan memaksimalkan kinerja dari persimpangan yang ada di Tulungagung. Khususnya persimpangan yang sudah terdapat alat isyarat lalu lintas. “Kami akan terus mengevaluasi. Selama ini persimpangan Masjid Al Muslimun di Kelurahan Kepatihan yang semakin berat menampung kepadatan kendaraan. Karena persimapangan itu menjadi jalan alternatif,” ungkapnya.

Selain dua hal itu, pria asal Trenggalek itu juga akan memberikan rekomendasi kepada dinas PUPR agar menambah kapasitas jalan yang ada di Tulungagung. Jika memungkinkan masih terdapat space, lebih baik memperlebar jalan tersebut. Juga akan memberikan rekomendasi kepada polisis lalu lintas (polantas) untuk mengadakan rekayasa lalu linyas dengan sistem jalur searah, jika itu memungkinkan. “Jadi kalau masih ada ruang di sekitar jalan, lebih untuk diperlebar. Seperti yang ada di jalan barat persimpangan Al Muslimun itu,” paparnya.

 Jarmani juga mengaku bahwa dengan adanya pandemi Covid-19, hampir semua kegiatan di bidang lalu lintas nihil dalam mendapatkan anggaran APBD. Hal itu karena banyak anggaran yang di-refocusing untuk percepatan penanganan Covid-19. Maka dari itu, pada 2021 mendatang pihaknya akan memulai kembali untuk kegiatan lalu lintas. “Kondisi Covid-19 itu kegiatan bidang lalu lintas hampir nihil karena tidak ada anggaran,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news