alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Tilok Terminal Watulimo Masih Tahap Rencana

28 November 2020, 11: 26: 53 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DALAM KAJIAN: Kawasan Watulimo yang nantinya akan dibangun terminal tipe B dan tilok belum ditentukan.

DALAM KAJIAN: Kawasan Watulimo yang nantinya akan dibangun terminal tipe B dan tilok belum ditentukan. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Proses pembangunan terminal tipe B di wilayah Kecamatan Watulimo membutuhkan proses yang panjang. Sampai kemarin lokasi pasti terminal yang nantinya di kelola oleh pemerintah provinsi (pemprov) tersebut belum jelas. Sebab, masih dilakukan sejumlah kajian terkait lokasi yang ideal.

Diharapkan dengan dibangunnya terminal tersebut, semakin mendekatkan masyarakat akan moda transportasi darat yang ada. Sehingga lokasinya harus mudah dijangkau oleh masyarakat. "Seperti yang diketahui bersama, nanti pada terminal tipe B tersebut akan ada kendaraan angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan wewenangnya dikelola oleh pemprov," ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek Sigid Agus Hari Basoeki.

Dia melanjutkan, pemkab hanya menyiapkan lahan untuk proses pembangunan. Lokasi itu harus tertuang dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW). Sedangkan untuk proses pembangunan yang akan dilakukan, sepenuhnya ditangani oleh pemprov, mulai awal hingga terminal tersebut beroperasi. "Sesuai peraturan kami (pemkab, Red) hanya diberi wewenang untuk mengelola terminal tipe C. Jadi hal itu yang bisa dilakukan," katanya.

Untuk itu, kini masih dilakukan tentang penetapan titik lokasi (tilok) yang tepat untuk pembangunan. Sebab, lokasi terminal nanti harus bisa menyambung tiga fungsi utama di wilayah Kecamatan Watulimo, yaitu pariwisata, kelautan-perikanan, serta perniagaan setelah selesainya pembangunan Pelabuhan Niaga Prigi. Selain itu, pembangunan terminal tersebut juga dalam rangka mendukung selesainya pembangunan jalur pantai selatan jawa (pansela) atau yang lebih dikenal dengan jalur lintas selatan (JLS).

Nantinya, adanya terminal tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan transportasi terutama pariwisata. Sebab, kini pemkab tengah mendengungkan pembangunan wisata di wilayah tersebut. "Untuk kebutuhan lahan dan anggaran, saat ini masih dalam kajian. Sebab, yang bisa menyebutkan nanti adalah hasil dari kajian ilmiah yang masih kami lakukan," jelas Sigid. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news