alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Tunggu Kemensos

Program BST Masih Belum Pasti

Tahap Akhir Rp 300 Ribu per KPM

30 November 2020, 10: 56: 21 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Program BST Masih Belum Pasti

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak pandemi Covid-19 di Kota Blitar memasuki tahap akhir. Kemarin (29/11) merupakan hari terakhir penyaluran bantuan dari pusat itu untuk tahap kesembilan.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar juga belum mengetahui kelanjutan dari program BST dari Kementerian Sosial (Kemensos) itu tahun depan. Karena pemilik program tersebut adalah pihak kementerian terkait. "Apakah berlanjut di tahun depan atau tidak, kami belum tahu secara pasti," jelas Kepala Dinsos Kota Blitar Priyo Istanto kepada Koran ini Minggu kemarin (29/11).

Dinsos, jelas Priyo, masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat. Apakah kebijakan program BST bagi warga terdampak pandemi korona itu dilanjutkan atau tidak. "Yang pasti, kami tetap akan mempersiapkan data-data yang diperlukan. Sebab, datanya kan bisa berubah karena ada yang meninggal dunia atau pindah domisili," tegasnya.

Pada penyaluran BST tahap terakhir ini, ada sekitar 9 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Mereka tersebar di tiga kecamatan. Besaran BST yang diberikan sebesar Rp 300 ribu per keluarga. Nilai tersebut lebih rendah dibanding penerimaan sebelumnya, yakni Rp 600 ribu per penerima.

Penyaluran BST dilakukan melalui kelurahan dan Kantor Pos. Penerima mengambil bantuan tersebut langsung ke Kantor Pos sesuai jadwal yang sudah ditentukan. "Sudah dimulai sejak Jumat lalu (27/11). Hari ini (kemarin, Red) adalah hari terakhir," terangnya.

Selama penyaluran BST tersebut, kata Priyo, tidak menemui kendala berarti. Sejauh ini proses penyaluran lancar karena sudah dilakukan evaluasi dari penyaluran tahap-tahap sebelumnya.

Pada 2021 mendatang, dinsos tetap mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan bantuan yang sifatnya reguler. Salah satunya bantuan rutin beras kesejahteraan daerah (rastrada). Selain itu, di pos belanja tidak terduga (BTT) juga dialokasikan anggaran sekitar Rp 600 juta untuk bantuan darurat. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news