alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
icon-featured
Politik

Gagal Tingkatkan Partisipasi Masyarakat

12 Desember 2020, 11: 44: 39 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERPARTISIPASI: Seorang pemilih yang hendak memasukkan surat suara ke kotak suara pada 9 Desember lalu.

BERPARTISIPASI: Seorang pemilih yang hendak memasukkan surat suara ke kotak suara pada 9 Desember lalu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Jawa Timur (Jatim) menilai Komisi Penyelenggara Umum (KPU) gagal dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020. 

Koordinator Divisi Pendidikan dan Pelatihan JADI Jatim Suripto mengatakan, tingkat masyarakat yang mencoblos pada 9 Desember lalu di bawah target yang ditentukan. Maka, kata dia, upaya KPU dalam meningkatkan partisipasi masyarakat masih kurang. "Ini berarti salah satu kegagalan KPU untuk proses pilkada, yakni untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dari sisi penyelenggaraannya," ungkapnya.

Menurut dia, tingkat partisipasi berkaitan dengan asas demokratis menjadi acuan tiap negara penganut sistem demokrasi. Dan, negara demokrasi memiliki mekanisme sebelum menentukan suatu jabatan politik, yakni pemilihan umum (pemilu). Meskipun, kata dia, tidak semua pemilu berjalan demokratis. "Faktanya, masyarakat yang membuat keputusan. Hasil yang harus kita akui," tegasnya.

Partisipasi masyarakat sebagai bentuk demokrasi. Memakai hak pilih untuk mendukung salah satu pasangan calon (paslon). Diakuinya, KPU berperan sebagai penyelenggara untuk menarik sebanyak-banyaknya partisipasi masyarakat sadar untuk memilih. "Banyak pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya," ujarnya.

Suripto mengakui banyak faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat rendah. Menurut dia, bisa karena banyak buruh migran bekerja di luar kota atau di luar negeri. Apalagi dampak pandemi ini juga berkontribusi karena mengapa partisipasi itu rendah. "Antara petahana dan penantang, baik pendukung dan parpolnya juga biasa saja. Masyarakat juga berjalan biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa. Artinya, masyarakat kita semakin dewasa saat berdemokrasi," jelasnya. (*)

Infografis

Infografis

(rt/pur/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news