alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
icon-featured
Politik

Rekapitulasi Gunakan Excel

12 Desember 2020, 11: 48: 31 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SERENTAK: Para PPS wilayah Kecamatan Trenggalek ketika melakukan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan.

SERENTAK: Para PPS wilayah Kecamatan Trenggalek ketika melakukan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Hingga kemarin (11/12), server Sirekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih down. Tak ayal, hal tersebut sedikit mengganggu dalam pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara yang dilaksanakan oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Sebab, Sirekap nantinya digunakan sebagai aplikasi pendamping dalam rekapitulasi teraebut. Karena masih down, KPU memberi kebijakan untuk rekapitulasi di tingkat kecamatan sementara waktu menggunalan Microsoft Excel sebagai aplikasi pendamping. "Karena itu sebagai pendamping form C-hasil KWK dalam rekapitulasi di tingkat kecamatan, para panitia penungutan suara (PPS) juga merekapnya di Excel," ungkap Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi.

Senada disampaikan Komisioner KPU Trenggalek Divisi Teknis Pelaksanaan Istatiin Nafiah. Itu dilakukan karena KPU menjadwalkan rekapitulasi penghitungan suara di 14 kecamatan di Trenggalek serentak dilakukan kemarin. Dari situ, 11 kecamatan menjadwalkan proses rekapitulasi mulai pagi hari, sedangkan tiga kecamatan lainnya pada siang hari. Nantinya selesai rekapitulasi tersebut, hasilnya dibawa ke KPU untuk dilakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten. "Untuk sementara ini kami tidak mendapatkan laporan yang serius tentang jalannya proses rekapitulasi penghitungan suara sehingga semuanya berjalan lancar," katanya.

Sedangkan untuk rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten, dijadwalkan pada Selasa mendatang (15/12). Sedangkan terkait hasil dari rekapitulasi tingkat kecamatan sendiri, KPU belum mau menginformasikan. Sebab, berkas resmi dari tiap PPK belum masuk. Selain itu, informasi tentang hasil bisa dilakukan setelah ada rapat pleno tentang penetapan hasil.

Kendati demikian, berdasarkan data yang masuk pada Sirekap, masih mencapai sekitar 42,06 persen. Sehingga dari 1.550 tempat pemungutan suara (TPS) hanya rekapan dari 652 TPS yang masuk. Dari situ, pasangan calon (paslon) nomor 02 Moch. Nur Arifin-Syah M. Nata Negara mendapatkan 107.412 suara atau sekitar 66,1 persen. Sedangkan paslon nomor 01 Alfan Rianto-Zaenal Fanani mendapatkan 55.198 suara atau sekitar 33,9 persen. "Untuk penetapan jadwal pemenang pemilu sendiri, kami belum bisa pastikan. Sebab setelah perekapan, hasilnya akan dikirim ke Mahkamah Konstitusi sehingga penetapan bisa dilakukan setelah menerima buku registrasi perkara konstitusi (BRPK)," jelas Gembong. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news