alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Jangan Asal Kucurkan Bansos

28 Desember 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Trenggalek - Pemkab Trenggalek tidak boleh asal dalam memberikan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat akibat pandemi Covid-19. Hal itu demi meningkatkan perekonomian masyarakat yang kini terpuruk. Seperti yang diungkapkan anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania.

Menurut dia, bantuan yang diberikan untuk masyarakat terdampak Covid-19 sebaiknya jangan hanya untuk kebutuhan sesaat, seperti bahan kebutuhan saja. Tapi bisa memberi manfaat bagi masyarakat terdampak Covid-19 dalam jangka waktu yang panjang. Apalagi, tema pembangunan 2021 mendatang adalah peningkatan perekonomian pascapandemi Covid-19. "Jadi alangkah baiknya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pascapandemi Covid-19, bantuan yang diberikan pelatihan berupa wirausaha," katanya.

Dia melanjutkan, pelatihan yang diberikan bukan hanya dalam waktu yang singkat. Dengan kata lain selesai jika program pelatihan sudah berakhir. Namun harus dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat mendapat manfaatnya. "Makanya, kami berharap Pemkab Trenggalek bukan hanya memberi barang, melainkan membina masyarakat," ungkap politikus PDI Perjuangan ini.

Sehingga sasaran tidak sebatas keluarga miskin saja, tapi juga warga yang baru saja kehilangan pekerjaan. Selain itu, juga ibu rumah tangga (IRT) yang setiap harinya bekerja serabutan membantu suami untuk mencukupi kebutuhan, atau IRT yang ditinggal suami. Sedangkan, pelatihan yang dilakukan bukan asal saja, melainkan yang mudah dipahami masyarakat dan laku di pasar. Contohnya, makanan khas suatu daerah, tapi memiliki kreasi sendiri. Seperti alen-alen dengan berbagai variasi.

Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, juga jadi ajang mengenalkan produk lokal ke daerah lain. "Jika pelatihan membuat makanan, jangan makanan dari luar daerah seperti spaghetti, pizza, dan sebagainya, tapi harus ada ciri khas. Sedangkan setelah melakukan pelatihan, maksimal satu tahun dilakukan pendampingan dan dilepas setelahnya," jelas politikus kelahiran Surabaya ini. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news