alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Kasus Kekerasan Anak Menurun Drastis

Klaim DP2KBP3A Kabupaten Blitar

29 Desember 2020, 13: 51: 04 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RUANG AMAN: Seorang ibu mendampingi anaknya bermain di salah satu tempat wisata di Kabupten Blitar, kemarin (28/12).

RUANG AMAN: Seorang ibu mendampingi anaknya bermain di salah satu tempat wisata di Kabupten Blitar, kemarin (28/12). (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

KANIGORO, Radar Blitar - Jumlah kasus kekerasan terhadap anak mengalami penurunan di Kabupaten Blitar. Pasalnya, hanya ada 42 temuan kasus hingga Desember 2020.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Blitar Eka Purwanta.

Dia mengatakan, tahun ini temuan kasus kekerasan pada anak lebih sedikit dibandingkan satu tahun sebelumnya. Sehingga pihaknya menyebut temuan kasus kekerasan pada anak mengalami penurunan.  "Alhamdulillah untuk tahun ini dari Januari hingga Desember, temuan kasus kekerasan anak cuma sedikit. Kalau dibandingkan tahun lalu, jelas menurun banget, mencapai separo kasus," ujarnya.

Menurut dia, hanya ada 42 kasus kekerasan pada tahun 2020. Sedangkan pada tahun 2019, jumlah temuan kasus kekerasan pada anak mencapai 82 kasus. Namun, kasus pelecehan seksual mendominasi pada jumlah temuan kasus kekerasan anak tersebut. "Kalau berdasarkan data yang ada, kasus pelecehan seksual paling banyak untuk tahun ini. Jumlahnya mencapai sekitar 14 kasus, sedangkan tahun lalu hanya 6 kasus. Tetapi untuk kasus anak berhadapan hukum (ABH) menurun drastic. Yang dulu jumlahnya 35 kasus, kini sekitar 6 kasus," jelasnya.

Lanjut dia, penurunan jumlah kasus kekerasan pada anak dapat terjadi karena semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat untuk melindungi anak-anak. Selain itu, pihaknya juga mengklaim keberhasilan sosialisasi sebagai upaya menekan kekerasan pada anak yang dilakukan secara gencar. "Dengan adanya perda perlindungan anak, akan menjadi pedoman kita untuk terus melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Yang jelas, kami semua berharap tidak ada lagi temuan kasus kekerasan pada anak. Sehingga anak-anak terus dapat merasa aman," tandasnya. (*)

(rt/ima/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news