alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Santunan Ahli Waris Pasien Korona Belum Cair

Kemungkinan Diteruskan hingga 2021

29 Desember 2020, 13: 55: 33 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Santunan Ahli Waris Pasien Korona Belum Cair

GARUM, Radar Blitar - Jumlah pasien meninggal karena korona di Kabupaten Blitar terus bertambah. Namun, hingga kini belum ada kabar kapan santunan untuk ahli waris pasien meninggal yang diakibatkan virus itu cair.

Untuk diketahui, pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberian santunan atau bantuan kepada keluarga pasien yang meninggal karena korona. Nilainya sekitar Rp 15 juta. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemensos Nomor 427/3.2/BS.01.02/06/2020 terkait  Penanganan Perlindungan Sosial bagi Korban Meninggal Dunia Akibat Covid-19.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Blitar Sri Nuryanti mengatakan, belum ada kepastian kapan santunan atau bantuan itu cair.

Dia mengungkapkan, peran pemkab hanya memfasilitasi keluarga atau ahli waris pasien yang meninggal karena korona untuk mendapatkan program dari pusat tersebut. “Kalau cairnya kapan, kami juga belum bisa memastikan. Kami masih menunggu kabar dari provinsi maupun pusat,” katanya.

Dia mengaku, jumlah pasien korona meninggal dunia terus mengalami kenaikan. Terakhir sudah lebih dari 100 orang meninggal karena korona di Kabupaten Blitar. Namun, belum semua ahli waris mengajukan bantuan atau santuan dari kementerian tersebut. Tercatat hingga kemarin baru sekitar 6 ahli waris yang selesai melengkapi berkas pengajuan sehingga bisa diteruskan ke Dinsos Provinsi Jatim.

Untuk pengajuan bantuan ini memang ada sejumlah persyaratan yang harus disertakan dalam dokumen pengajuan. Misalnya, dokumen kependudukan ahli waris atau calon penerima, akta kematian, surat keterangan kematian karena Covid-19 dari dinas kesehatan, dan rekening ahli waris. “Total dokumen pengajuan yang sudah lengkap ada sekitar 20 ahli waris,” katanya.

Perempuan ramah ini mengatakan, di mejanya ada beberapa berkas pengajuan yang kini masih dalam proses penyempurnaan. Artinya, ada beberpa dokumen persyaratan yang belum sesuai sehingga harus diperbaiki. “Kalau dilihat dari jumlah yang sudah meninggal karena korona memang masih banyak yang belum mengajukan. Tapi selama ini juga banyak masyarakat atau keluarga pasien meninggal yang menanyakan proses pengajuannya kepada kami,” akunya.

Apakah program ini bisa direalisasikan tahun ini, mengingat kini sudah mendekati tutup tahun anggaran 2020, Nuryati tidak berani berandai-andai. Yang jelas, kata dia, bantuan atau santunan kepada keluarga pasien yang meninggal karena korona ini berbeda dengan program bantuan sosial di masa pandemi lain. Misalnya jejaring pengaman sosial yang diberikan secara berkala kepada masyarakat. “Kalau ini kan diberikan satu kali seumur hidup ya, beda dengn BLT atau bansos lain,” ujarnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news