alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Gaguk Kembali ke Keluarga

MA Tak Perpanjang Masa Penahanan

29 Desember 2020, 14: 16: 25 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PENJEMPUTAN: Tim PH tengah menjemput Agus Purnomo alias Gaguk di Lapas Kelas IIB Tulungagung beberapa waktu lalu.

PENJEMPUTAN: Tim PH tengah menjemput Agus Purnomo alias Gaguk di Lapas Kelas IIB Tulungagung beberapa waktu lalu. (PH GAGUK FOR RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Sudah tujuh bulan berselang, akhirnya Agus Purnomo alias Gaguk bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Meski, putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) belum ada kejelasan hingga kini, terkait perkara Gaguk tersebut. Atas dasar hukum serta tidak ada surat perpanjangan penahanan dari MA untuk Gaguk, maka secara hukum Gaguk sudah bisa dibebaskan sembari tetap menunggu putusan kasasi dari MA.

Penasihat hukum (PH) Gaguk, Hery Widodo mengatakan, proses hukum Gaguk cukup panjang. Seperti sebelumnya, dalam persidangan tingkat pertama Gaguk diputus dengan hukuman enam bulan penjara. Setelah putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum (JPU) maupun PH mengajukan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya yang menghasilkan putusan memperkuat putusan persidangan tingkat pertama. Setelah putusan tersebut, pihak JPU masih melanjutkan ke tingkat kasasi. “Jadi, dari hasil putusan persidangan tingkat pertama dan kedua, pihak JPU masih melakukan upaya hukum mengajukan banding kasasi ke MA,” tuturnya.

Hery, sapaan akrabnya menjelaskan, seharusnya Gaguk sudah bisa bebas pada 18 November lalu dan pihaknya telah siap untuk menjemput Gaguk. Namun ketika ingin dilakukan penjemputan, ternyata keluar surat perpanjangan penahanan dari MA. Dari situ akhirnya pihaknya tidak bisa menjemput Gaguk dan harus menunggu masa tahanan berakhir. Kemudian pada 24 November baru bisa menjemput Gaguk. “Jadi dari surat perpanjangan penahanan MA itu dijelaskan masa tahanan akan berakhir pada 24 November. Sedangkan hingga proses penjemputan Gaguk tidak ada surat perpanjangan penahanan dari MA. Maka dari itu, Gaguk sudah bisa dibebaskan,” jelasnya.

Memang kini Gaguk sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Namun secara hukum, Gaguk harus menunggu putusan dari MA. Jika nanti putusan MA lebih tinggi dibandingkan dengan putusan peradilan tingkat satu dan dua, pihaknya akan mengantarkan Gaguk kembali ke lapas. Tetapi jika putusan MA lebih rendah, maka Gaguk bebas sepenuhnya. “Ingat MA hanya menilai secara yuridis. Jadi bukan lagi berbicara mengenai fakta, melainkan hanya melihat koridor hukumnya, apakah sudah terpenuhi. Kami memastikan bahwa putusan MA akan keluar,” paparnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, secara umum MA tidak bisa mengubah putusan peradilan tingkat pertama dan kedua, selama argumen hukum itu tidak ada yang dilanggar majelis hakim tingkat pertama dan kedua. Kecuali hakim peradilan tingkat pertama dan kedua melakukan kesalahan dalam penerapan hukum, itu baru bisa mengubah putusan. “Kalau hakim tingkat pertama dan kedua melakukan kesalahan baru bisa mengubah putusan. Dan memang kami sempat menerima surat dari PN Tulungagung sebelum menjemput Gaguk untuk menunggu fatwa dari MA. Tapi surat PN Tulungagung itu tidak memiliki hukum. Oleh karena itu, Gaguk tetap kami jemput,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Tulungagung Agung Tri Radityo mengungkapkan, seharusnya MA mengeluarkan surat perpanjangan penahanan Gaguk. Padahal, pihaknya sudah jauh-jauh hari mengirim surat melalui PN Tulungagung untuk memperpanjang masa tahanan hingga putusan kasasi terbit. “Kami sudah mengirim surat ke MA melalui PN Tulungagung sejak jauh hari, tapi kok tidak ada perpanjangan masa tahanan,” ungkapnya.

Agung, sapaan akrabnya menuturkan, tentu hal itu akan mempersulit pihaknya jika di kemudian hari putusan kasasi lebih tinggi dari putusan sebelumnya. Pihaknya harus kembali mencari Gaguk. Kini pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar MA segera mengaluarkan surat putusan dari kasasi. “Memang terkait penahanan kini sepenuhnya berada di hakim MA. Kini kami tengah berupaya agar putusan segera keluar,” ujarnya.

Di sisi lain, Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Tulungagung Imam Fahmi membenarkan, pada 24 November lalu lapas telah mengeluarkan Gaguk demi hukum. Karena masa penahanan bersangkutan tidak diperpanjang oleh MA. Selain itu, dari hasil koordinasi dengan panitera muda MA, diketahui bahwa MA tidak akan mengeluarkan surat penahanan lagi kepada Gaguk. Namun jika yang bersangkutan diputus lebih berat dari putusan masa tahanan sebelumnya oleh MA, yang bersangkutan harus menjalani pidana sisanya. “Yang bersangkutan akan bisa menjalani masa tahanan lagi jika putusan MA lebih berat dari putusan sebelumnya. Selain itu, Gaguk sudah menjalani masa tahanan selama tujuh bulan 10 hari berada di Lapas Kelas IIB Tulungagung,” pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, dalam kasus terdakwa Agus Purnomo alias Gaguk diancam dengan hukuman penjara selama lima tahun. Setelah itu, pihak JPU menuntut tedakwa gaguk dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Namun, majelis hakim PN Tulungagung memutuskan terdakwa gaguk dengan pidana penjara selama enam bulan dan dikurangi masa tahanan. Dari putusan tersebut, JPU dan PH sama-sama mengakukan banding ke PT Surabaya, dengan hasil sama seperti putusan PN Tulungagung. Setelah itu, JPU kembali melakukan upaya hukum dengan mengajukan kasasi ke MA. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news