alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek
Pemdes Terpaksa Rogoh Kocek

Pertanyakan Anggaran Tenaga Pemakaman Pasien Covid-19

29 Desember 2020, 14: 22: 35 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

MUNJUNGAN, Radar Trenggalek - Beberapa pemerintah desa (pemdes) di Kecamatan Munjungan mempertanyakan anggaran untuk pemulasaraan jenazah Covid-19. Dampak refocusing atau pemotongan anggaran membuat pemdes tidak lagi punya dana untuk meng-cover biaya operasional tenaga pemakaman. 

Plt Camat Munjungan Suhartono membenarkan, tepat sebelum adanya video konferensi (vidcon) yang digelar Pemkab Trenggalek, ada rapat terkait biaya pemakaman jenazah Covid-19. Dari informasi yang diterima, ternyata anggaran itu ada. Namun sayangnya, anggaran tidak sampai ke tingkat pemdes. "Setelah dapat informasi dari dr Saeroni, biaya pemakaman digunakan untuk beli kotak (peti jenazah, Red), perawatan di RS, dan biaya transportasi menuju ke lokasi. Tapi, biaya yang digunakan di lokasi sementara tidak ada," ungkapnya.

Polemik anggaran biaya pemulasaraan itu terjadi di Kecamatan Munjungan yaitu Desa Tawing, Masaran, dan Munjungan. Artinya, ketiga desa itu telah ada kasus paparan Covid-19 yang menyebabkan korban meninggal dunia. Polemik pun mencuat ketika refocusing anggaran di pemdes habis untuk insentif warga yang terdampak Covid-19. "Anggaran Rp 20 ribu untuk sebulan (insentif satgas Covid-19, Red)," ujarnya.

Suhartono menegaskan, biaya operasional untuk tenaga pemakaman di setiap desa berbeda, tapi ada yang mencapai Rp 200 ribu per orang. Begitupun dengan jumlah tenaga pemakaman bisa ada yang mencapai enam orang, termasuk satgas Covid-19 dan keluarga yang ditinggalkan. "Kemarin itu Pak Kepala Desa sepakat kalau memang sudah tidak ada anggaran karena di desa juga sudah habis di-refocusing. Jadi kalau memang desas-desusnya ada anggaran dari Kabupaten Trenggalek, dapat untuk biaya pemakaman," jelasnya.

Ada atau tidak ada anggaran untuk tenaga pemakaman, kata dia, belum menimbulkan permasalahan yang berarti. Menurutnya, biaya pemakaman untuk sementara masih dibiayai melalui dana gotong royong warga atau uang pribadi pemdes. "Diharapkan untuk biaya pemulasaraan ini bisa diberikan bantuan. Permintaan dari pemdes seperti itu," ucapnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news