alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Berdalih Antar Mie Ayam, Terjaring Operasi Pekat

Satpol PP Razia 9 Rumah Kos

30 Desember 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TIDAK PATUT DICONTOH: Petugas satpol PP mendapati pasangan bukan suami istri yang berada dalam satu ruang di rumah kos di Kecamatan Kedungwaru, kemarin (28/12).

TIDAK PATUT DICONTOH: Petugas satpol PP mendapati pasangan bukan suami istri yang berada dalam satu ruang di rumah kos di Kecamatan Kedungwaru, kemarin (28/12). (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Dua pasangan bukan suami istri tak bisa berkutik. Tatkala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tulungagung melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat) di sembilan kos-kosan, kemarin (28/12). Salah satu pasangan tersebut ternyata masih berstatus pelajar. Alasannya, si laki-laki yang juga bekerja sebagai penjual mie ayam mengirim makanannya ke kos perempuan. Dari situ terjadilah komunikasi hingga larut malam yang akhirnya laki-laki tersebut menginap di kos perempuan tersebut.

Berdasarkan pantauan Koran ini, sekitar 08.30 petugas Satpol PP Tulungagung mulai menyisir satu persatu kos-kosan di Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru. Ketika penyisiran berlangsung, beberapa penghuni kos-kosan kurang kooperatif dengan petugas. Bahkan ketika petugas mencoba mengetuk pintu di salah satu rumah kos di Kecamatan Kedungwaru tidak ada jawaban, lantas petugas mencoba membuka jendela kos tersebut. Namun penghuni kos malah menutup jendala itu dari dalam ketika petugas hendak membukanya.

Kabid Penegakan Perda dan Perbup, Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan, operasi pekat ini dilakukan di sembilan lokasi yang berada di Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru. Dari operasi pekat yang dilakukan, ditemukan dua pasangan bukan suami istri yang berada dalam satu kamar di dua kos yang berbeda. “Status mereka ada yang masih mahasiswa. Ada juga yang sudah bekerja. Untuk mahasiswa ini kami temukan di lokasi yang keempat, sedangkan untuk pasangan yang sudah bekerja ini kami temukan di lokasi kedua,” tuturnya.

Artista, sapaan akrabnya menjelaskan, salah satu pasangan yang berstatus mahasiswa itu mengaku bahwa laki-laki yang bersamanya adalah seorang penjual mie ayam. Ketika itu laki-laki tersebut hendak mengirim mie ayam kepada perempuan yang berada di kamar kosnya. Sesampainya di kos perempuan tersebut, laki-laki itu segera masuk untuk mengantar mie ayam. Di sanalah terjadi percakapan yang asyik hingga larut malam. Akhrinya laki-laki tersebut memutuskan untuk menginap di kamar kos perempuan tersebut. “Itukan jelas hanya alasan mereka saja yang mencoba mengelabui petugas,” tegasnya.

Kedua pasangan bukan suami istri itu langsung digiring oleh petugas satpol PP ke kantor untuk diberikan pembinaan. Tapi jika mereka mengulangi perbuatan ini lagi, akan diproses secara tegas. Dia juga menyampaikan, jika didapati pasangan bukan suami istri, akan dipanggil kedua orang tuanya. Dan jika ditemukan pasangan yang sudah menikah, tapi bukan suami istri, pihaknya akan memanggil pasangan sahnya. “Memang hanya kami beri teguran dan pembinaan. Tapi jika mengulagi lagi, akan kami tindak tegas,” jelasnya.

Pria ramah itu menambahkan, selama satu tahun ini pihaknya baru melakukan operasi pekat di rumah kos sebanyak tiga kali. Alasannya, terfokus pada operasi yustisi. Berdasarkan temuan selama ini, tidak sampai 10 pasangan bukan suami istri yang terkena operasi pekat. “Yang jelas sampai libur akhir tahun akan tetap kami lakukan operasi pekat agar tetap kondusif,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news