alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Pintu Utama Hanya untuk Pejalan Kaki

30 Desember 2020, 08: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TERUS DIKAJI : Tulisan manajemen waktu yang ada pada rambu-rambu lalu lintas area Pasar Pon yang nanti bakal dicabut.

TERUS DIKAJI : Tulisan manajemen waktu yang ada pada rambu-rambu lalu lintas area Pasar Pon yang nanti bakal dicabut. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek – Untuk menghindari kemacetan di seputar Pasar Pon, tiga pintu utama di pasar yang telah selesai dibangun, rencananya akan difungsikan secara berbeda. Pintu utama depan pasar yang berdekatan dengan trafict light diperuntukkan bagi para pejalan kaki. Satu pintu lain khusus untuk kendaraan bongkar muat dan satu pintu lagi untuk untuk kendaraan para pembeli.

Rencana ini disampaikan Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek Hendra Sanggara. Dia mengatakan, dishub menjalin koordinasi dengan berbagai instansi seperti Polres, pengembang Pasar Pon, juga diskomindag untuk melakukan kajian. Tujuannya agar rekayasa lalu lintas yang ada disana tepat, juga tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. "Kami telah melakukan survey di lokasi, dan sepertinya hasil kajian yang telah dilakukan selama ini sama setelah survey," katanya.

Dia melanjutkan, hal itu mengingat Pasar Pon nantinya akan memiliki tiga pintu utama. Rencananya pintu utama yang berdekatan dengan traffic light hanya boleh digunakan bagi pejalan kaki, atau tidak digunakan sebagai masuk dan keluarnya kendaraan. Sebab jika itu dilakukan akan menimbulkan kepadatan arus. Sedangkan untuk dua pintu yang lain manfaatnya dibedakan, satu pintu untuk keluar masuknya kebdaraan bongkar muat barang dagang, dan satu pintu sebagai jalan umum atau keluar dan masuknya pembeli. "Karena itu kami terus melakukan kajian. Apalagi untuk pintu yang dekat traffic light, bisa dibuka jika ada acara khusus, seperti kedatangan pejabat negara atau ada hal yang  urgent," ungkapnya.

Untuk itu rencananya rambu-rambu lalu lintas yang ada saat ini tetap dipasang sebagaimana mestinya. Namun jika sudah beroprasi, keterangan manajemennya waktu pada rambu dilarang melintas akan dilepas. Hal ini dilakukan mengingat perkiraan dengan kondisi Pasar Pon nantinya denngan banyaknya barang yang dijual akan beroprasi selama 24 jam. Sehingga selama itu akan tetap ramai.

Dari situ untuk kendaraan dari Jalan R.A Kartini ke Jalan Panglima Sudirman atau dari Jalan Panglima Sudirman ke Jalan Dewi Sartika diperbolehkan lewat antara pukul 07.00 hingga 17.00, nanti tidak boleh. Sehingga jalan tersebut akan tetap satu arah. "Rekayasa lalu lintas itu bisa berubah jika dalam kajian setelah diberlakukan nanti dinilai kurang tepat. Sebab terpenting jangan sampai aktivitas yang ada di dalam maupun area pasar terlalu mengganggu aktivitas lalu lintas," jelas Sanggara. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news