alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Belasan Pasien Antre Kamar Isolasi

Fasyankes Penuh, Pekan Depan Zona Merah

31 Desember 2020, 10: 44: 24 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

GARUM, Radar Blitar – Penyebaran virus korona di Bumi Penataran kembali bergejolak. Sepekan terakhir, tren penambahan kasus meningkat tajam. Fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) kembali tak tertampung, bahkan belasan pasien terkonfirmasi positif pun terpaksa mengantre untuk mendapatkan pelayanan kamar isolasi.

Secara akumulasi, jumlah kasus konfirmasi positif di Kabupaten Blitar ada lebih dari 1.500 warga. Tidak hanya belasan, dalam sehari satuan tugas (satgas) merilis ada puluhan orang terpapar Covid-19. Seperti pada 28 Desember tercatat 39 kasus baru. Hari berikutnya (29/12), jumlah konfirmasi bertambah 87 orang yang terjangkit korona.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti, tidak menampik kondisi penyebaran virus yang terus meningkat. Untuk penambahan kasus yang terjadi secara signifikan dalam beberapa hari terakhir, itu dipicu oleh keluarnya hasil pemeriksaan secara bersamaan. Maklum setiap hari dilakukan tracking dan testing untuk para kontak erat pasien terpapar korona. “Saat ini semua fasilitas kesehatan sudah penuh,” jelasnya.

Tidak hanya rumah sakit milik pemerintah, rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan pemerintah dalam menanggulangi korona ini juga overload. Mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Srengat, RSUD Ngudi Waluyo, RSU Medika Utama, RSU An-Nisa, RSU Ittihad, semua penuh.

Krisna mengaku, kondisi yang demikian juga terjadi di sejumlah daerah. Sehingga percuma melakukan rujukan pasien ke daerah lain. Sebagai alternatif, kata dia, rumah sakit negeri maupun swasta memanfaatkan instalasi gawat darurat untuk penampungan sementara. “Di RSU Medika Utama ada sekitar enam pasien yang antre, sedangkan di Wlingi ada sekitar 14 pasien masuk daftar antre,” ungkapnya.

Menurut dia, pemerintah telah membuat sejumlah kebijakan anyar untuk menanggulangi penyebaran virus ini. Salah satunya, dengan menutup tempat wisata hingga minggu pertama Januari 2021. Selain itu, hanya mereka yang memiliki gejala klinis dan kontak erat saja yang akan dilakukan swab test. “Untuk  kontak erat yang  tidak memiliki gejala klinis tidak di-swab, tapi mereka harus melakukan isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Adapun penanganan terhadap pasien orang tanpa gejala (OTG), Krisna menyebut, kemungkinan besar mereka akan menjalani karantina mandiri di rumah. Hal ini akan dilakukan jika nanti kapasitas rumah isolasi yang disediakan pemerintah juga penuh.

Untuk sementara, Kabupaten Blitar masih masuk kategori zona oranye dalam tingkat penyebaran korona. Namun, hampir bisa dipastikan pekan depan kategori warna zona ini akan berubah menjadi merah. Sebab, saat ini mobil polymerase chain reaction (PCR) sudah bisa dioperasikan, sehingga proses tracking pasien semakin banyak dan masif. “Kalau sementara masih oranye, tapi kalau pekan depan kemungkinan merah,” tegasnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news