alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Bagi Bibit sejak Tahun 1990

Mengenal Imam Surani, Penggagas Agrowisata Belimbing Karangsari

Kini Ada 25.000 Pohon Belimbing di Karangsari

31 Desember 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERBUAH MANIS: Imam Surani saat menunjukkan buah belimbing yang dikembangkannya.

BERBUAH MANIS: Imam Surani saat menunjukkan buah belimbing yang dikembangkannya. (DOKUMEN PRIBADI FOR RADAR BLITAR)

Siapa pun tentu ingin agar wilayah di sekitar tempat tinggalnya menjadi maju dan berkembang. Tak terkecuali Imam Surani. Berbekal pengetahuannya yang lengkap akan agrobisnis, pria ini berhasil membuat Karangsari menjadi salah satu kampung wisata agro yang tersohor di Tanah Air.

ADITYA YUDA SETYA PUTRA, Sukorejo, Radar Blitar

Pernah mampir ke Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo? Kalau pernah, tentu kita akan disuguhi pemandangan pohon belimbing berjajar di setiap sudut rumah yang ada di kelurahan itu. Selain rindang, tanaman ini juga menghasilkan buah yang baik untuk kesehatan karena kandungan vitamin dan mineralnya. Lantas, siapa penggagas ide ini? Dia adalah Imam Surani. Dengan ramah, dia pun berbagi kisahnya.

Usianya memang tak muda lagi. Tapi terlihat jelas jika pria berusia 80 tahun ini begitu ingin kota kelahirannya, Blitar, menjadi jujugan wisatawan dengan mengembangkan agrowisata belimbing yang dia prakarsai tahun 2007 silam. Semua berawal pada tahun 1990, Surani mulai mengembangkan varietas belimbing baru yang disebutnya unggul dari jenis lain. Dari situ, Surani mulai membagikan bibit belimbing pada warga Karangsari agar nantinya wilayah Karangsari dapat menjadi satu kampung wisata berbasis agro.

Perjuangan tak mudah dilalui Surani. Dia menyebut, berawal dari ide ingin menjadikan belimbing sebagai tanaman wajib di Kelurahan Karangsari pada tahun 90-an, kini tak kurang 25 ribu pohon belimbing "mejeng" di kelurahan itu. "Tahun 1990 bagi bibit. Kami wajibkan setiap rumah harus ada tanaman belimbing. Sekarang di sini ada 25 ribu pohon belimbing," ujar ayah enam orang anak ini.

Tak puas sampai di situ, Surani dan sejumlah tokoh pun berinisatif mengajukan proposal kepada pihak pemerintah kota (pemkot) untuk menjadikan wilayah Karangsari sebagai destinasi agrowisata belimbing pada tahun 2007. Gayung pun bersambut. Pemkot menyetujui proposal Surani dan bersedia membangun satu kawasan wisata baru yang kini kita kenal sebagai Agrowisata Belimbing Karangsari yang juga menjadi salah satu destinasi wisata tersohor yang dimiliki Kota Blitar.

Imbasnya, permintaan buah belimbing dari luar daerah pun kian meningkat karena belimbing varietas Karangsari menjadi favorit banyak orang di sejumlah daerah. Untuk itu, Surani merasa perlu mengembangkan usaha budi daya buah belimbing, Dengan maksud, menyerap sebanyak mungkin anak muda di daerahnya sebagai tenaga kerja. "Memang saya ingin anak muda di sini yang kerja," sebut pria yang kini menjabat sebagai tenaga ahli di Agrowisata Belimbing Karangsari ini.

Lambat laun, upaya Surani kian menampakkan hasil. Buktinya, kini sebagian besar pemuda di Karangsari sudah punya penghasilan tambahan dari hasil budi daya belimbing. Bahkan, Surani menyebut, kini Kelurahan Karangsari justru membutuhkan tenaga kerja saking banyaknya masyarakat di sana bergelut di dalam bisnis belimbing. "Dari sini memang saya ingin menghimpun tenaga kerja sebanyak-banyaknya. Sekarang malah kekurangan tenaga kerja," kata pria yang tinggal di Jalan Belimbing nomor 31, Kota Blitar ini.

Tak lupa, dia memberikan tips bagi siapa pun yang tertarik dalam budi daya buah belimbing. Dia menyebut, pertama harus dipastikan dulu pemilihan bibit harus benar. Kedua, penyediaan lahan harus tepat. "Yang terakhir, pemeliharaan. Kalau bisa ambil bibit dari mata tunas yang bersertifikat," ucapnya dengan penuh semangat. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news