alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek
Pastikan Tidak Ada Kerumunan

Satpol PPK Gandeng Satgas Covid-19 di Tingkat RT/RW

Di Malam Tahun Baru

31 Desember 2020, 11: 05: 57 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Trenggalek - Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran (Satpol PPK) Trengalek bersama tim Satgas Covid-19 bakal bekerja ekstra pada malam pergantian tahun hari ini (31/12). Hal itu guna memastikan masyarakat Kota Keripik Tempe mengikuti Surat Edaran (SE) Bupati yang melarang kegiatan apa pun yang mengundang kerumunan.

Itu dilakukan guna meminimalisasi penyebaran Covid-19 yang kini di wilayah Trenggalek angkanya terus bertambah. Juga dikeluarkan SE dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Nomor 736/ 24068/013 4/2020 tentang Penerapan Prokes pada Pelaksanaan Libur Tahun Baru 2021 di Jatim. Dari situ diberlakukannya jam malam mulai pukul 20.00 hingga 04.00. "Pastinya upaya antisipasi terhadap masyarakat agar patuh tentang itu akan kami lakukan," ungkap Kasatpol PPK Trenggalek St. Triadi Admono.

Dia melanjutkan, nantinya antisipasi tersebut juga dilakukan dengan menjalin koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di berbagai tingkatan hingga RT/RW. Sebab, Satgas Penanganan Covid-19 tingkat  RT/RW diyakini paling mengetahui keadaan lingkungan sekitar. Sehingga jika ditemukan ada hal yang berpotensi mengakibatkan kerumunan akan langsung ditindak. "Jika di suatu daerah terpencil apa pun ada semacam kegiatan, pastinya Satgas Penanganan Covid-19 tingkat RT/RW mengetahuinya, makanya bisa langsung ditangani," ungkapnya.

Setiap hari satpol PPK bersama tim akan melakukan.oprasi yustisi. Selain melakukan operasi yustisi di suatu tempat, juga dilakukan secara mobile. Jika ditemukan pelanggar, akan langsung diberi sanksi. Ditambahkan, operasi tersebut akan terus dilakukan setiap saat. Sebab, dengan ini mampu meningkatkan kesadaran masyatakat tentang pentingnya mematuhi prokes untuk mencegah penularan Covid-19. Sebab, jumlah pelanggar di suatu tempat dalam setiap kali operasi terus mengalami penurunan. "Nantinya operasi yang kami lakukan akan menyasar ke objek yang diprediksi menimbulkan keramaian, termasuk destinasi wisata. Semoga dengan ini masyarakat patuh," jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news