alexametrics
Rabu, 27 Jan 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Dinas Pendidikan Kota Blitar

Musnahkan Ratusan Blangko Ijazah dan SHUSBN SD-SMP

07 Januari 2021, 09: 19: 11 WIB | editor : Jessica AP

BUKTI: Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Blitar dan perwakilan Polsek Sananwetan menunjukkan beberapa blangko ijazah dan SHUSBN yang akan dimusnahkan.

BUKTI: Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Blitar dan perwakilan Polsek Sananwetan menunjukkan beberapa blangko ijazah dan SHUSBN yang akan dimusnahkan. (FIMA PURWANTI/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar melakukan pemusnahan ratusan blangko ijazah SD dan SMP. Lembaran dokumen negara tersebut dimusnahkan agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemusnahan digelar di halaman kantor Dispendik Kota Blitar di Jalan A. Yani, Rabu kemarin (6/1).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispendik Kota Blitar Priyo Surhartono mengatakan, pemusnahan blangko ijazah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan/aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain blangko ijazah, blangko Sertifikat Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SHUSBN) juga dimusnahkan menggunakan mesin penghancur kertas.

"Blangko ijazah dan SHUSBN ini kami musnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Semua ijazah dan SHUSBN ini merupakan blangko untuk SD dan SMP dari tahun ajaran 2019/2020 dan sisanya dari tiga tahun yang lalu," jelasnya.

Berdasarkan data Dispendik Kota Blitar, ada 869 lembar blangko ijazah dan SHUSBN yang dimusnahkan. Rinciannya, 193 lembar blangko SD/MI dan 143 lembar blangko SMP pada tahun ajaran 2017/2018. Kemudian, 160 lembar blangko SD dan 101 lembar blangko SMP di tahun ajaran 2018/2019. Serta 249 lembar blangko SD dan 23 lembar blangko SMP pada tahun ajaran 2019/2020.

Priyo menegaskan, pemusnahan dokumen negara itu dilakukan karena sudah tidak terpakai. Selain itu, blangko tersebut juga dalam kondisi cacat dan rusak. Beberapa tidak terpakai karena ada kesalahan dalam proses penulisan ijazah.

"Ijazah ini sudah tidak terpakai. Ada yang rusak, cacat, dan sebagainya. Jadi harus dimusnahkan. Setelah itu dilaporkan dalam bentuk berita acara ke Kemendikbud," ujarnya.

Menurut dia, pemusnahan tersebut dilakukan agar tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, blangko ijazah dan SHUSBN merupakan aset negara yang bersifat penting dan rahasia. Sehingga harus diamankan dan dijaga penggunaannya.

"Yang jelas tujuannya agar tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebab, ijazah adalah dokumen negara yang harus diamankan dalam penggunaannya," bebernya.

Untuk diketahui, kegiatan pemusnahan blangko ijazah ini tidak hanya dilakukan oleh jajaran pimpinan dan staf Dispendik Kota Blitar. Namun, juga turut disaksikan oleh perwakilan dari Polsek Sananwetan. Selain itu, kegiatan tersebut juga dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Salah satunya mewajibkan penggunaan masker kepada yang berkepentingan dalam kegiatan pemusnahan tersebut. (*)

(rt/ima/esi/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news