alexametrics
Jumat, 26 Feb 2021
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan
OPINI

Dampak Media Sosial YouTube pada Anak

15 Januari 2021, 11: 07: 54 WIB | editor : Bella Orlandis

Dampak Media Sosial YouTube pada Anak

DI saat ini internet bukan lagi menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat. Dengan internet masyarakat dimudahkan dalam memperoleh dan juga menyebarkan informasi ke seluruh penjuru dunia. Internet dengan kecanggihannya mempunyai banyak peran, salah satunya adalah media sosial. Media sosial merupakan media online yang memudahkan para penggunanya untuk berpartisipasi maupun berbagi informasi satu dengan pengguna lain. Media sosial ini bermacammacam jenisnya, mulai dari Facebook, Twiter, Instagram, YouTube, dan masih banyak yang lainnya. Salah satu media sosial yang sedang naik daun adalah YouTube. Dimana YouTube ini sedikit berbeda dengan media sosial seperti Facebook, Instagram, dll. YouTube lebih ke media sosial yang dapat berbagi informasi melalui video. Para pengguna dapat dengan mudah memperoleh informasi ataupun juga memberikan informasi melalui media sosial ini dalam bentuk video. YouTube memuat berbagai macam video dari seluruh belahan dunia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggunanya. Sudah bukan lagi menjadi rahasia bahwa pengguna YouTube tidak hanya dari kalangan dewasa tetapi juga sudah menjadi konsumsi anak-anak. Hal ini dikarenakan YouTube juga memuat berbagai video untuk anakaanak, mulai dari lagu, film, animasi bahkan belakangan sosial media ini dibanjiri dengan konten yang membahas tentang mainan anak. Bukan hanya semata untuk hiburan, YouTube juga banyak memuat tentang video-video pembelajaran mulai dari berbagai umur termasuk juga video untuk balita dan anak-anak. Setali tiga uang, pihak YouTube pun sadar dengan fenomena bahwa YouTube sangat digemari oleh anak-anak. Banyak anak yang mengakses aplikasi sosial media ini. YouTube kemudian menciptakan aplikasi khusus anak bernama YouTube Kids di mana aplikasi ini dinilai lebih ramah anak dan menghadirkan banyak manfaat bagi mereka, terutama dalam proses pembelajaran anak dengan metode yang menyenangkan yaitu dengan adanya konten YouTube yang mayaritas berupa gabungan video dan musik yang sangat menarik bagi anak. Mulai dari video animasi, video lagu anak-anak yang syarat pembelajaran, video edukasi yang dibungkus dengan tokoh kartun kesayangan anak, hingga konten hiburan oleh para YouTuber anak-anak. Ada juga konten video tentang hafalan Quran yang dahulu dianggap berat dan susah kini banyak disajikan dengan animasi yang menarik dan ringan. Manfaat lain dari YouTube untuk anak adalah anak dikenalkan teknologi dari kecil, sehingga ia bisa menyesuaiakan diri kelak dengan lingkungan mereka yang memang dituntut untuk melek teknologi. Rasanya bukan hal yang bijak mengekang anak dengan tidak mengizinkan mereka untuk mengenal teknologi padahal mereka hidup di era digitalisasi seperti saat ini. Anak-anak juga dapat belajar kosakata baru dengan menonton video YouTube yang berisi lagu ceria yang sesuai usia dan juga tema yang akan mereka pelajari. Semisal berhitung, mengenalkan nama benda di sekitar, nama buah, sayur dll lewat lagu atau juga animasi yang ada. Kosakata-kosakata baru tersebut selanjutnya dihubungkan dengan kehidupan nyata, seperti pada video animasi digambarkan bahwa singa itu hewan yang baik dan lucu, padahal dalam kehidupan nyata singa adalah hewan buas. Disinilah peran penting orangtua. Orangtua dituntut untuk bisa menjelaskan konten video tersebut dengan realita yang ada sehingga anak-anak tidak memaknai video tersebut dengan apa adanya. YouTube juga bisa mengajari kosakata bahasa asing lebih baik lagi dari pada metode klasik yang kita dapat dibangku sekolah dulu. Anak akan lebih gampang menyerap kosa kata bahasa asing dari YouTube karena disajikan lebih menarik dan sederhana, dan juga pengucapan kosa kata tersebut lebih benar sesuai dengan native speakernya seandainya kita tidak terlalu mahir mengajari mereka tentang pengucapan kosakata bahasa asing tersebut. Ada banyak serial film seperti film Peppa Pig, Holly and Ben, dll yang dapat digunakan untuk menambah kosakata dan mungkin juga tatabahasa pada anak. Meski demikian Orangtua harus tetap menemani anak dan menjelaskan arti kata bahasa asing tersebut pada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak. Hal ini akan lebih efektif dibanding kita menjejali anak dengan kosakata asing yang bahkan mungkin kitapun salah dalam mengucapkannya. Dengan menggunakan konten video yang sesuai melalui platform media sosial YouTube ini, anak-anak akan belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Anak-anak juga dapat distimulasi untuk bergerak. Sebut saja saat mereka menonton bagaimana cara membuat jus melon, menghias bekal sederhana, menanam tanaman, dll pada akun YouTube lalu mempraktikkannya bersama orangtua yang akan menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk mereka jika dibandingkan orangtua mengajari mereka hanya dengan penjelasan suara saja. Banyak konten video YouTube semacam itu yang akhirnya membuat anak mempunyai keinginan untuk bergerak, berpikir dan mencoba sehingga melatih saraf motorik kasar maupun motorik halus mereka. Jangan lupa, orangtua (atau pengasuh) harus ikut andil untuk mensupport anak agar mau bergerak aktif juga, misalnya saat ada video menyanyi dan menari, orangtua bisa ikut menirukan gerakannya dan mengajak anak untuk juga ikut melakukan hal serupa. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu selalu ada sisi positif dan negatifnya. Begitupun dengan platform YouTube ini. Meskipun YouTube Kids yang memang didesign untuk anak-anak ternyata juga tidak 100% kontenkontennya aman untuk dikonsumsi anak. Selain itu, kecanduan Yotube juga menjadi masalah tersendiri bagi para orangtua. Di sinilah peran penting orangtua. Orangtua harus bisa mengontrol dan mendampingi anak ketika mengakses YouTube. Orang tua harus dapat menjelaskan ulang tentang konten video yang mereka lihat agar pesan yang disampaikan oleh konten-konten edukatif tersebut dapat diserap oleh anak. Orang tua juga harus memfilter konten mana yang tepat untuk anak dan yang tidak. Jika memang orang tua tidak bisa menemani anak setiap waktu maka peran pengasuh sebangai pengganti sementara orang tua sangatlah diperlukan. Kontrol dari orang tua juga dapat dilakukan dengan mengecek history pada akun YouTube yang digunakan anak, sehingga meskipun tidak berada di sisi anak setiap waktu mereka masih bisa tahu video apa saja yang ditonton anak lalu melakukan crosscheck pada pengasuh yang menemani anak tersebut. Atau bisa juga orang tua menghubungkan akun youtube anak dengan akun mereka, sehingga di manapun orang tua berada masih bisa mengawasi video apa saja yang ditonton anak. Hal lain yang juga penting adalah orangtua harus membuat kesepakatan dengan anak tentang waktu yang diperbolehkan mengakses YouTube. Dengan cara – cara di atas dampak negatif YouTube pada anak dapat diminimalisir. Dengan demikian dapat dikatakan YouTube dapat menjadi pilihan platform yang baik untuk anak, selama ada pengawasan dan juga pendampingan orangtua (atau pengasuh). Menggunakan YouTube Kids, menghubungkan konten YouTube dengan kehidupan nyata, dan mendukung anak untuk bergerak aktif adalah hal-hal yang perlu dilakukan orangtua agar YouTube menjadi platform yang berguna untuk anak.(*)

Oleh: DINDA PUSPITA ARUM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis

(rt/dre/bel/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news