alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > RaTu Event
icon featured
RaTu Event

6 Karya Terpilih Jadi yang Terbaik

Di Ajang Ratu Mewarna 2020

22 Januari 2021, 10: 58: 34 WIB | editor : Alwik Ruslianto

OBJEKTIF: Dewan juri Ratu Mewarna 2020 menyeleksi karya dari para peserta di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung, kemarin (21/1).

OBJEKTIF: Dewan juri Ratu Mewarna 2020 menyeleksi karya dari para peserta di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung, kemarin (21/1). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Ajang Ratu Mewarna 2020 resmi ditutup Rabu lalu (20/1). Dari sekitar 3 ribu peserta yang mengikuti kompetisi, kini dewan juri telah mengumumkan enam nama karya terbaik yang layak menyandang gelar juara I, II, III dan harapan I, II, III.

Salah satu juri Ratu Mewarna 2020, Sugiyo SSn mengakui adanya persaingan cukup ketat dan kompetitif pada lomba kali ini. Terlebih ketika babak final 100 besar. Meskipun tingkat kesulitan telah ditambah dibandingkan saat babak penyisihan, rupanya para peserta tetap mampu menampilkan karya terbaik dengan kreativitas yang berbeda. “Saya benar-benar kagum dengan hasil karya para peserta pada final ini. Sangat menarik, kreatif, dan indah,” jelasnya.

Sugiyo mengaku cukup kesulitan dalam menentukan juara pada gelaran final ini. Sebab, banyak peserta mampu menyajikan karya di luar ekspektasi dewan juri. Tak jarang, juri dibuat kagum dengan hasil karya mereka yang telah memiliki karakter dan ciri khas. Seperti menampilkan aliran seni realis, surealis, maupun menyajikan detail-detail pada gambar.

Baca juga: BRPK Turun, Penetapan secara Daring

Tak hanya itu, meskipun lomba diselenggarakan secara luring atau offline karena tingginya kasus penularan Covid-19, tak menghalangi kreativitas anak-anak. “Saya yakin orang dewasa sekalipun belum tentu mampu menampilkan yang sebagus ini,” imbuhnya seraya menunjukkan salah satu karya yang dimaksud.

Seperti telah dijelaskan pada saat technical meeting beberapa waktu lalu, poin penilaian lomba tetap sama. Yakni terdapat tiga poin penting penilaian dalam lomba. Pertama, harmonisasi warna. Yakni membiarkan anak mewarna dengan berbagai pilihan warna sesuai imajinasi dan kreativitas mereka. Namun, tetap diingat bagaimana warna-warna tersebut terlihat tetap harmonis.

Poin kedua, motorik anak. Ini bagaimana orang tua dapat membantu anak agar lebih cermat dan teliti. Dan poin terakhir, yakni finishing atau kerapian. Memiliki gambar dan warna yang harmoni dan indah, tapi jika tidak rapi juga akan berpengaruh pada penampilan. Terlebih, anak-anak masih kerap ceroboh dalam melakukan sesuatu. “Semua poin ini akan terangkum dalam poin keindahan. Sebab, penilaian utama seni selain pada proses juga terletak pada keindahan karya,” urainya.

Untuk itu, pria ramah ini berpesan pada para orang tua agar senantiasa mendukung kreativitas anak. Termasuk berkreasi di bidang seni rupa. Sebab, masih banyak ditemukan anak-anak minder untuk kreatif, lantaran kerap mendapat cibiran dari orang terdekat. Sehingga akan menumpulkan ide-ide kreatifnya. “Kita semua harus mendukung kreativitas mereka, alangkah lebih baik jika memfasilitasi putra-putri kita semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru TK (IGTK) Kabupaten Tulungagung Tri Winarni mengaku bangga dengan karya yang telah dikumpulkan para peserta. Dia sendiri tidak menyangka jika anak-anak seusia TK mampu menghasilkan karya sedemikian rupa. “Benar kata para dewan juri tadi, hasil karya ini di luar ekspektasi kami semua,” jelasnya.

Untuk itu, dia mendorong para orang tua dan guru agar senantiasa selalu memberikan dukungan dan turu memfasilitasi anak-anak agar dapat berkembang sesuai minat dan kemampuan yang dimilikinya. “Kita ini diberi amanah untuk menjadi fasilitator dan mendampingi anak-anak untuk dapat berkembang sesuai cita-cita dan minat mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil seleksi dan penilaian cukup ketat dari dewan juri, telah tercatat enam nama yang dinyatakan keluar sebagai juara. Juara I jatuh pada Nadhifa Hafizah Zhian Fathul dari TK Tapas Fathul Falah, Desa Simo, Kecamatan Kedungwaru; juara II, Zeevana Naira Salsabila dari TK Emhabe; dan juara III, Alfarezel Kikandrya Y. dari TK Dharma Wanita 02, Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir. Dan untuk peraih juara harapan I, Adzkia Syamha Saufa dari TK Aisyiyah, Kelurahan Tamanan, Kecamatan Tulungagung; juara harapan II, Muhammad Aslam dari TK ABA Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru; dan juara harapan III, Rival Kevin Zagusa dari TK Dharma Wanita, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol.

Selain memilih enam peserta juara, terdapat tiga peserta yang berhasil menjadi pemenang video ceria. Yakni Nayla dari TK Jati Al Furqon, Yasmine dari TK Al Azhaar Bandung, dan Jeslyn Aqila Karimah dari TK Al Khodijah, Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung.

Seluruh panitia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam terselenggaranya event Ratu Mewarna 2020. Acara yang digagas Jawa Pos Radar Tulungagung, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora), Ikatan Guru TK (IGTK) Kabupaten Tulungagung, dan disponsori JC Arts dan Hero Bangunan ini sebagai upaya untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak usia TK A dan TK B. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news