alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radartulungagung
icon-featured
Blitar
Blitar Raya Terapkan PPKM Jilid II

Pertimbangan Ekonomi, Pemkot Buka Destinasi Wisata

26 Januari 2021, 10: 50: 44 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DAMPAK EKONOMI: Aktivitas masyarakat dan pengunjung di komplek wisata Makam Bung Karno (MBK) sebelum di tutup total beberapa waktu lalu.

DAMPAK EKONOMI: Aktivitas masyarakat dan pengunjung di komplek wisata Makam Bung Karno (MBK) sebelum di tutup total beberapa waktu lalu. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar- Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Blitar memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari mendatang.

“Kota Blitar kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19. Mau tidak mau, kami akhirnya memperpanjang masa PPKM sesuai anjuran pemerintah demi menekan penyebaran Covid-19," jelas Wali Kota Blitar Santoso, kemarin (25/1).    

Pertimbangan lain, lanjut Santoso, jumlah kematian akibat terpapar Covid-19 terus bertambah. Dalam dua minggu terakhir, mencapai 22 orang. "Ya, dua minggu terakhir ini jumlah kematian terus bertambah. Kami harap agar masyarakat lebih patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan," katanya.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar juga telah mengevaluasi penerapan PPKM sebelumnya. Hasilnya, ada beberapa kebijakan baru untuk penerapan pada perpanjangan PPKM (PPKM jilid II). Salah satunya dibukanya kembali destinasi wisata di Kota Blitar.

"Tapi dengan ketentuan jumlah pengunjung dibatasi hanya 25 persen," kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo.

Kembali dibukanya lokasi wisata itu bukan tanpa alasan. Selama penerapan PPKM satgas menerima sejumlah masukan dari para pelaku usaha wisata. Utamanya terkait perekonomian.

Selain destinasi wisata, kebijakan lain satgas dari hasil evaluasi, yakni tentang jam operasional pedagang kaki lima (PKL). Khususnya PKL yang mulai beroperasi malam hari.

Dalam perpanjangan PPKM ini, PKL yang mulai berjualan sekitar pukul 18.00, hanya diizinkan hingga pukul 22.00. Jika melebihi batas itu, maka sudah masuk pelanggaran. "Namun, di luar itu tetap dibatasi hingga pukul 20.00. Tetap ada pembatasan," tegas Hakim.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Kawasan Wisata Disparbud Kota Blitar, Heru Santoso. Pihaknya banyak menerima komplain dari para pedagang dan pelaku wisata. Sebab, sebagian besar pedagang menggantungkan hidup di kawasan wisata.

"Banyak yang nangis juga karena wisata ditutup mereka tidak punya penghasilan. Sehingga, kebijakan kami ya buka wisata tapi pembatasannya lebih ketat," ujarnya.

Rencananya, destinasi wisata bakal kembali menerima kunjungan mulai Rabu (27/1). Sejumlah destinasi wisata yang dimaksud di antaranya, Istana Gebang, Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Makam Bung Karno, dan kawasan wisata religi Makam Bung Karno (MBK).

Nantinya, lanjut dia, pemberlakuan protokol kesehatan (prokes) bakal diterapkan lebih ketat. Termasuk penerapan kebijakan jam kunjung dan pembatasan jumlah pengunjung wisata. "Kalaupun dibuka nanti tidak seperti biasa. Semuanya harus dibatasi. Iya, pembatasan wisatawan 25 persen juga," ujarnya.

Pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan kelompok-kelompok pemandu wisata yang bekerja sama dengan Disparbud. Tujuannya, mensosialisasikan dibukanya destinasi wisata di Kota Blitar. Termasuk sejumlah kebijakan pembatasan dalam PPKM jilid II. "Kan sudah ada WA (WhatsApp), Red) grup pimpinan rombongan wisata. Kita sosialisasikan kemudian juga ada pembatasan," katanya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news