alexametrics
Sabtu, 27 Feb 2021
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Bukan Dilarang Belajar, melainkan Tak Boleh Tatap Muka

Lihat Situasi, GO Bakal Ajukan Izin Lagi

27 Januari 2021, 11: 22: 44 WIB | editor : Alwik Ruslianto

IKUTI ATURAN: Salah satu petugas Satpol PP Tulungagung sedang berdiri di depan bimbel GO Tulungagung beberapa waktu lalu.

IKUTI ATURAN: Salah satu petugas Satpol PP Tulungagung sedang berdiri di depan bimbel GO Tulungagung beberapa waktu lalu. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Bimbingan belajar (bimbel) Ganesha Operation (GO) Kabupaten Tulungagung dengan terpaksa harus meniadakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini untuk mencegah munculnya transmisi penularan Covid-19 di tempat pembelajaran. Namun jika situasi pandemi Covid-19 sudah mulai stabil di Tulungagung, pihak bimbel GO diberi kesempatan mengajukan izin kembali kepada Satgas Penanganan Covid-19 untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Wakil Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, terkait PTM yang dilakukan GO Tulungagung, kini sudah ditiadakan. Hal itu didasarkan pada Surat Edaran (SE) Bupati Tulungagung dan Instruksi Permendagri bahwa pembelajaran di semua lembaga pendidikan harus dilakukan secara daring. “Dari operasi kemarin (21/1), kami melakukan penindakan kepada bimbel GO yang melakukan PTM. Meski sudah menjalankan prokes, berdasarkan SE itu tidak diperbolehkan,” tuturnya.

Penindakan tersebut bukan serta-merta dilakukan satgas. Pasalnya, dari jauh-jauh hari pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap bimbel tersebut. Dan sangat dimungkinkan adanya potensi penularan Covid-19 jika melihat kondisi ruangan yang ber-AC. Apalagi hal itu sangat rawan bagi anak-anak. “Mereka melakukan PTM di ruangan ber-AC. Itu grade 1 yang paling rawan penularan Covid-19,” ujarnya.

Galih, sapaan akrabnya menjelaskan, pihak GO memang melakukan upaya negosiasi agar bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Dengan tegas satgas melarang pelaksanaan PTN, melihat kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Nantinya jika kondisi mulai stabil, satgas akan melakukan evaluasi dan kemungkinan ada relaksasi dalam pembelajaran. “Kami tidak melarang belajar, tapi yang kami larang itu PTM, melihat perkembangan Covid-19 di Tulungagung,” jelasnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, selain GO Tulungagung, ada enam bimbel lainnya yang sempat masuk radar pemantauan satgas. Sebab, keenam bimbel tersebut juga melaksanakan hal yang sama. Namun, setelah adanya operasi yang dilakukan di bimbel GO Tulungagung, keenam bimbel tersebut juga langsung meniadakan aktivitas mereka. “Selain GO, kami juga sempat melakukan pemantauan terhadap enam bimbel lainya. Tapi sekarang mereka sudah meniadakan pembelajaran,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Cabang GO Tulungagung, Sri Setyowati mengungkapkan, pada Senin (25/1) pihaknya telah mendatangi satgas. Kini  pihaknya meniadakan PTM di GO Tulungagung. Dan mengganti pembelajaran melalui daring. “Orang tua siswa memahami hal ini. Dan ada beberapa yang menyayangkan, mau belajar kok susah ya,” ungkapnya.

Perempuan ramah itu menerangkan, pihaknya masih diberikan kesempatan oleh satgas untuk mengurus izin agar dapat melaksanakan PTM. Adapun persyaratannya, harus melampirkan foto-foto fasilitas prokes, foto kondisi pembelajara,n dan mengajukan surat permohonan. Namun untuk saat ini persyaratan tersebut masih dikumpulkan dan untuk pengajuannya masih melihat perkembangan kondisi Covid-19 di Tulungagung. “Kami disarankan untuk mengurus izin agar bisa tatap muka. Saya berkeyakinan mereka akan mengeluarkan izin. Karena ini bukan tindak kejahatan serta pelanggaran UU. Ini demi kebaikan siswa di Tulungagung,” terangnya.

Perempuan berkacamata itu menuturkan, meskipun SE Bupati tersebut bukan merupakan sebuah ketetapan hukum, pihaknya akan kooperatif dalam hal ini. “Saya sangat kooperatif dan segera mengurus izin,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news