alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kuota Flat, tapi Jaringan Lemot

Pendidik Mengeluh Tak Bisa Dimaksimalkan

15 Maret 2021, 12: 24: 15 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Tulungagung - Pemerintah sebaiknya melakukan pengembangan jaringan guna mendukung penggunaan internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM) online. Sebab, meski telah mendapat angin segar terkait cairnya subsidi kuota internet bagi siswa dan juga tenaga pendidik, tampaknya belum dapat digunakan maksimal. Sebab, kuota yang telah dicairkan sejak Kamis lalu (11/3), belum dapat digunakan secara maksimal. Bahkan, sejumlah tenaga pendidik mengeluh lemot-nya jaringan internet melalui subsidi kuota.

Margareta Diana Laksmini, salah satu guru kelas VI SDN 1 Ringinpitu mengaku telah menerima kuota sebesar 12 Gb per bulan dari Kemendikbud. Wanita yang akrab disapa Reta ini mengatakan, selain besaran yang diterima tidak sama dengan 2020 lalu, subsidi kuota internet ini juga belum sesuai harapan. “Jaringannya tidak stabil. Bahkan terkadang lemot ketika digunakan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, besaran kuota yang diterima pada 2020 lalu sekitar 42 Gb per bulan. Namun pada 2021 ini hanya sebesar 12 Gb. Meski demikian, dia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, untuk subisidi kuota kali ini tidak terbagi menjadi kuota umum dan belajar. Namun, terakumulasi menjadi kuota umum. Sehingga tidak menyulitkan dalam proses penggunaannya. “Tahun lalu terbagi menjadi dua jenis sehingga proses penggunaannya juga sulit,” jelasnya.

Baca juga: Pasokan Lancar, Harga Daging Ayam Malah Naik

Dia mengaku dengan adanya akumulasi kuota umum semacam ini, bantuan subsidi kuota dirasa lebih efektif dan efisien. Sebab, sesuai dengan pengalamannya pada 2020 lalu dari total 42 Gb yang diterima, hanya tersedia 5 Gb untuk kuota umum. Sementara sisanya masuk pada kuota belajar yang digunakan untuk penggunaan aplikasi semacam Zoom Meeting dan Google Classroom. Padahal, untuk wilayah tertentu masih banyak wali murid dan siswa asing dengan berbagai macam aplikasi tersebut. Sehingga subsidi kuota internet dirasa tidak efektif. “Kalau menjadi satu semacam ini, saya rasa siswa dan guru akan lebih berhati-hati dan mudah dalam menggunakan. Karena dapat digunakan untuk seluruh aplikasi,” urainya.

Sementara itu, Koordinator Operator SMAN 1 Kedungwaru Yulius Satria Hendrata membenarkan adanya akumulasi subsidi kuota internet pada tahun ini. Pembagian kuota belajar dan kuota umum pada tahun lalu membuat adanya pengelompokan situs dan aplikasi yang dapat diakses secara gratis. “Beberapa aplikasi pembelajaran seperti Google Classroom dapat diakses melalui kuota belajar. Nah, tahun ini tidak demikian,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Lius ini melanjutkan, meskipun hanya terdapat kuota umum, hal tersebut telah di-setting hanya dapat digunakan untuk mengakses situs-situs yang mendukung untuk pembelajaran. Seperti akses pada Wikipedia dan aplikasi untuk video conference. Sementara untuk aplikasi media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Tiktok tidak dapat digunakan. “Dari infomasi yang saya terima, akun-akun permainan dan media sosial tidak dapat diakses dengan kuota ini. Saya rasa ini bagus karena kuota ini memang dikhususkan untuk mendukung pembelajaran,” urainya.

Dikonfirmasi di tempat berbeda, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispendikpora) Kabupaten Tulungagung Hariyo Dewanto Wicaksono membenarkan program bantuan tersebut telah cair. Namun, sampai kini belum dapat memastikan ada berapa persen siswa ataupun guru yang telah menerima bantuan. “Berapa persennya belum kami terima laporannya. Namun yang pasti sudah ada laporan beberapa sudah menerima dan sudah dapat menggunakan,” jelasnya.

Sesuai aturan Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Paket Kuota Data Internet 2021, program subsisi kuota internet hanya berlaku selama tiga bulan saja. Yakni Maret-Mei mendatang. Program subsidi ini mulai dicairkan pada 11-15 Maret.

Sementara untuk mekanisme pencairan masih sama seperti sebelumnya. Yakni sekolah melakukan pendataan nomor ponsel siswa dan guru, untuk selanjutnya operator sekolah menginput pada aplikasi yang telah disiapkan Kemendikbud. Jika nomor telah terverifikasi dan tervalidasi, kuota dapat segera diterima sesuai dengan jadwal.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kemendikbud memastikan program subsidi kuota internet kembali diperpanjang pada 2021 ini. Untuk besaran subsidi yang diterima, masing-masing untuk siswa tingkat PAUD dan TK sebesar 7 gigabytes (Gb) per bulan, jenjang pendidikan dasar dan menengah 10 Gb per bulan, sementara mahasiswa dan dosen sebesar 15 Gb per bulan, serta tenaga pendidik sebesar 12 Gb per bulan. Jumlah ini tergolong menurun drastis jika dibandingkan sebelumnya. Yakni untuk siswa sebesar 32 Gb dan pendidik sebesar 42 Gb. Selain besaran yang turun, durasi bantuan juga turut dikepras. Jika sebelumnya subsidi kuota berdurasi selama 4 bulan, kini hanya 3 bulan saja. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news