alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
icon-featured
Politik

Waspada Botoh

03 April 2021, 09: 10: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SUDAH SIAP: Ratusan personel dari TNI dan Polri yang nantinya bertugas menjaga keamanan pelaksanaan pilkades hari ini.

SUDAH SIAP: Ratusan personel dari TNI dan Polri yang nantinya bertugas menjaga keamanan pelaksanaan pilkades hari ini. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Aparat keamanan harus bekerja ekstra dalam pengamanan proses pemungutan suara pemilihan kepala desa (pilkades) serentak hari ini (3/4). Pasalnya, kemungkinan ada gangguan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang bisa mencoreng kondusivitas pilkades tersebut.

Salah satu yang diantisipasi adalah maraknya botoh atau penjudi dalam proses pilkades. Sebab, biasanya pembotoh tersebut bisa memengaruhi pemilih dengan memberikan sejumlah uang untuk memilih cakades tertentu. Tujuannya, agar pembotoh tersebut memenangkan perjudian untuk keuntungan pribadi. "Kami akan terus melakukan pengawasan agar sportivitas jalannya pilkades tetap terjaga," ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Doni Satria Sembiring.

Dia melanjutkan, apalagi beberapa waktu lalu polisi mendengarkan kabar di salah satu lokasi pelaksanaan pilkades ada pembotoh yang akan membeli suara pemilih untuk salah satu cakades. Polisi bergerak cepat dengan melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal tersebut, juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh kabar tersebut. Sebab jika terpengaruh, yang rugi masyarakat sendiri karena dipastikan calon yang terpilih nanti tidak kredibel dalam memimpin desa 6 tahun mendatang. "Itu salah satu tindakan curang yang dilakukan dan bisa mengubah arti makna pelaksanaan pilkades ini. Makanya sebisa mungkin kami cegah," tuturnya.

Sedangkan untuk pengamanan sendiri, berdasarkan hasil pemetaan risiko keamanan terbaru, polisi akan menyiagakan sebanyak 920 personel. Jumlah tersebut terdiri dari 560 personel dari Polres Trenggalek, 60 BKO Brimob Polda Jatim, dan 200 TNI dari Kodim 0806. Mereka akan disebar untuk mengamankan lokasi tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu juga ada personel yang siaga, mobile, dan siap kapan saja dipanggil jika ada suatu gangguan. Mereka akan berjaga hingga proses pilkades selesai. "Jadi dalam proses ini kami tekankan para petugas tidak boleh pulang sebelum pilkades selesai dan harus tetap melakukan penjagaan," jelas Doni. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news