alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Dituding Ada Faktor Pembiaran

03 April 2021, 09: 15: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

AKAN DIPASANG: Ketua komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Asrori menunjukkan striker jam operasional untuk toko modern berjejaring milik DPMPTSP.

AKAN DIPASANG: Ketua komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung, Asrori menunjukkan striker jam operasional untuk toko modern berjejaring milik DPMPTSP. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi pedagang kecil kembali dipertanyakan. Sebab, banyak toko modern berjejaring yang diketahui buka hingga 24 jam, tapi tidak ditindak. Padahal, jelas mereka melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2018 yang mengatur jam operasional mereka, yakni mulai pukul 09.00 hingga 22.00. "Banyak yang mengadu dan mempertanyakan jam operasional itu ke kami. Bahkan ada yang menyampaikan buka 24 jam," ucap Ketua Komisi C DPRD Tulungagung Asrori.

Menyikapi hal ini, pihaknya telah memanggil dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Dia meminta OPD yang beralamat di Jalan Jayengkusuma itu untuk lebih menjelaskan permasalahan jam operasional tersebut. Karena jelas, jam operasional toko modern berjejaring sudah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Seharusnya toko modern berjaringan nasional boleh beroperasi mulai pukul 09.00 sampai 22.00. "Ini kami lakukan untuk melindungi para pedagang kami. Dengan menegakkan aturan yang ada. Jadi DPMPTSP juga harus tegas," katanya.

Politikus Partai Golkar ini menduga ada unsur kesengajaan. Sebab, DPMPTSP sudah memberikan sosialisasi bahwasanya jam operasional kembali normal setelah Tulungagung kembali berstatus zona kuning beberapa waktu lalu. "Memang dulu sempat diperbolehkan buka 24 jam. Itu pun tidak semua toko ya, hanya yang dianggap mampu untuk melayani kebutuhan selama pandemi," terangnya.

Baca juga: 60 Persen Kades Tidak Ambil SPPT

Asrori tidak menjelaskan detail jumlah toko berjejaring yang melanggar jam operasional yang telah ditetapkan. Namun, dia mencontohkan salah satu yang melanggar ada di sekitar RSUD dr Iskak Tulungagung.

"Banyak. Ada puluhan jumlahnya. Salah satunya sekitar RSUD," terangnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Tulungagung Marjadji mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah menyampaikan soal jam operasional yang kembali normal kepada seluruh pengelola toko modern berjejaring. Namun, fakta di lapangan diakuinya banyak yang melanggar. Lantas, kini pihaknya akan bersikap tegas. Dengan memberikan teguran dan stiker jam operasional. "Karena jumlahnya ada 100-an. Akan kami lakukan secara bertahap dimulai Senin besok (5/4). Dengan dateline dua minggu," tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news