alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

800 Karyawan Kembali Bekerja

70 Persen Omzet Wisata Desa Kembali Normal

05 April 2021, 10: 20: 53 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BEROPERASI: Salah satu wisata desa Nangkula Park yang sudah mulai buka kembali pascakebijakan penutupan wisata dicabut.

BEROPERASI: Salah satu wisata desa Nangkula Park yang sudah mulai buka kembali pascakebijakan penutupan wisata dicabut. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Sejak wisata desa dibuka kembali, hampir 70 persen omzet mulai kembali normal. Selain itu, ratusan warga yang dulunya dirumahkan kini sudah bisa mencari nafkah kembali.

Ketua Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Kabupaten Tulungagung Anang Musthofa mengatakan, sejak satu bulan dibuka kembali wisata desa sudah mulai kembali normal. Apalagi dengan liburan pekan ini. Tercatat ada 41 wisata desa sudah kembali buka. "Kemarin ketika diterapkan kebijakan penutupan wisata, secara signifikan omzet mengalami penurunan hingga 50 persen ke bawah," tuturnya.

Meski ada kebijakan larangan mudik pada Hari Raya tahun ini, semoga tidak berdampak pada wisata desa. Karena kini wisata desa menjadi sumber pemberdayaan masyarakat desa. "Semoga saja wisatawan lokal bisa memanfaatkan wisata desa," terang Anang, sapaan akrabnya.

Baca juga: UU Ciptaker Belum Sepenuhnya Dilaksanakan

Kades Kendalbulur itu menjelaskan, dengan adanya wisata desa ada sekitar 800 tenaga kerja yang terserap. Ada lebih dari 500 usaha mikro yang bergeliat di dalamnya. Belum lagi secara tidak langsung ekonomi masyarakat sekitar wisata desa juga ikut terangkat. "Maka dari itu, kami berharap tidak ada lagi kebijakan penutupan wisata. Karena itu benar-benar mengamputasi ekonomi masyarakat desa," jelasnya.

Selain itu, sudah banyak desa di Tulungagung yang mulai merintis wisata desa. Diperkirakan ada 25 wisata desa yang akan muncul. Maka dari itu, perlu dukungan dari Pemkab Tulungagung untuk mengembangkan wisata desa demi memperkuat ekonomi masyarakat desa. "Seperti pendampingan dan mengembangkan infrastruktur wisata desa. Karena selama ini wisata desa hanya mengambil dana dari dana desa dan pihak ketiga," pungkas Komisaris BUMDes Larasati Pengelola Nangkula Park. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news