alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jelang Ramadan, Bekuk 21 Pelaku Kriminal dan Narkoba

Sita 12 Gram Sabu-sabu dan 333 Botol Miras

06 April 2021, 09: 10: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PENYAKIT MASYARAKAT: Sejumlah tersangka yang ditangkap dari hasil operasi pekat selama 12 hari dibeber di Polres Blitar, kemarin (5/4).

PENYAKIT MASYARAKAT: Sejumlah tersangka yang ditangkap dari hasil operasi pekat selama 12 hari dibeber di Polres Blitar, kemarin (5/4). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

TALUN, Radar Blitar - 21 tersangka dibekuk anggota Polres Blitar dalam operasi pekat (penyakit masyarakat) yang digelar selama 12 hari. Sembilan tersangka di antaranya merupakan tersangka kasus narkoba.

Dalam penangkapan itu polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sabu-sabu seberat 12,17 gram, alat hisap, ponsel, dan uang tunai. Kemudian, 333 botol miras, senjata tajam hingga peralatan judi.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan, operasi pekat itu digelar mulai 22 Maret hingga 2 April. Sasarannya berupa kejahatan premanisme, bahan peledak (petasan, mercon, kembang api yang tidak sesuai aturan), pornografi, prostitusi, hingga perjudian. "Operasi pekat ini guna meningkatkan situasi keamanan dan ketertiban jelang bulan puasa Ramadan," jelasnya, kemarin (5/4).

Baca juga: Perbaikan Data, Pencairan BSP Molor

Leo menerangkan, para tersangka kasus kriminal dan narkoba ini tangkap diwaktu dan tempat yang berbeda. Khusus untuk kasus miras tidak dilakukan penahanan terhadap pelaku. "Karena ini tergolong kasus tindak pidana ringan. Tetapi, kami tetap proses hukum sesuai undang-undang yang berlaku," ujar perwira berpangkat dua melati ini.

Dalam operasi pekat itu, polisi mengungkap satu kasus peredaran miras bermodus online. Yakni berupa miras oplosan. "Pelaku diketahui meracik sendiri miras itu. Kemudian dikemas dengan bekas botol mineral lalu diberi label sendiri dan dijual secara online melalui medsos," bebernya.

Kasus peredaran miras itu terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi mendapat informasi bahwa ada peredaran miras oplosan yang dilakukan secara online melalui media sosial (medsos).

Sementara itu, di luar operasi pekat, polisi juga menangkap sebanyak 12 tersangka kasus narkoba. Barang bukti yang disita ada sebanyak 16,5 gram dan obat keras sebanyak 180 butir pil dobel L. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news