alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyekatan Wilayah Tunggu Instruksi Polda

06 April 2021, 09: 20: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

AKBP Yudhi Hery Setiawan , Kapolres Blitar Kota.

AKBP Yudhi Hery Setiawan , Kapolres Blitar Kota. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar- Larangan mudik leberan tahun ini menjadi salah satu sorotan pihak kepolisian. Tak terkecuali Polres Blitar Kota. Ini juga berkaitan dengan penyekatan wilayah. Meski begitu, hingga kini belum ada informasi ataupun perintah resmi terkait hal tersebut.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan menyatakan, penyekatan wilayah termasuk kewenangan polri. Teknisnya, kapolri akan menebitkan surat perintah (sprin) pelaksanaan penyekatan wilayah kepada polda. Selanjutnya diteruskan kepada jajaran di tingkat polres kota/kabupaten.

"Kalau berkaitan dengan mudik, nanti tentunya akan ada instruksi dari pemerintah pusat yang diteruskan kepada pemprov dan polda," ujarnya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Bekuk 21 Pelaku Kriminal dan Narkoba

Dia mengatakan, pihaknya juga perlu analisa dan evaluasi (anev) pelaksanaan penyekatan wilayah tahun lalu, apabila nantinya pihak polres menerima instruksi yang dimaksud. "Kami analisa dan evaluasi dulu. Polres mekasanakan SOP itu setelah ada perintah dari pusat ke polda," katanya.

Menurut Yudhi, penyekatan wilayah belum tentu diterapkan di Blitar. Pasalnya, Blitar bukan sepenuhnya jalur mudik. Kalaupun ada pemudik, mayoritas hanya warga lokal. "Nanti kami lihat teknisnya bagaimana. Apakah perlu penyekatan atau tidak. Nanti kami anev dulu. Kami lihat hasil kemarin bagaimana," jelasnya.

Tak hanya itu, Polres Blitar Kota juga bakal berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, sambil menunggu instruksi dari pihak Polda Jatim. "Tahun ini kami pertimbangkan masukan dari sejumlah stakeholder yang ada," tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan, pihaknya akan segera melaksanakan rapat koordinasi teknis (rakornis). Salah satu yang dibahas terkait larangan mudik. "Kalau dari dishub, Rabu besok kami laksanakan rakornis. Salah satu poinnya ya terkait larangan mudik," katanya.

"Teknisnya mungkin hampir sama dengan Ramadan tahun kemarin. Mungkin ada penyekatan, pos pemeriksaan, dan check point. Tapi, ini masih perkiraan ya," lanjut Priyo.

Terkait aktivitas terminal yang tidak ditutup selama Ramadhan, Priyo mengaku, nantinya akan tetap diterapkan berbagai kebijakan pembatasan terkait protokol kesehatan (prokes). Hal tersebut masih dalam tahap pembahasan pihak dishub. "Pasti ada. Nanti yang boleh naik bis yang deikian, yang tidak boleh yang demikian. Sedang kami bahas dulu," pungkasnya. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news