alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Nelayan Kompresor Harus Ditindak

06 April 2021, 13: 01: 54 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KAWAL TERUS: Perwakilan nelayan Teluk Prigi sedang memberitahu rekan-rekannya mengenai hasil pertemuan di kantor PPN Prigi dengan forkopimcam dan PSDKP, kemarin (5/4).

KAWAL TERUS: Perwakilan nelayan Teluk Prigi sedang memberitahu rekan-rekannya mengenai hasil pertemuan di kantor PPN Prigi dengan forkopimcam dan PSDKP, kemarin (5/4). (DHARAKA R. PRADANA/ RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Para nelayan pancing ulur di wilayah Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo resah. Hal itu terjadi karena saat ini banyak nelayan kompresor menjarah hasil laut di wilayah tersebut. Sehingga mereka menolak keberadaan nelayan kompresor tersebut mencari ikan di wilayah Pantai Pantai Prigi.

Hal itu bukannya tanpa alasan, sebab para nelayan tersebut mencari ikan dan lobster dengan menggunakan mesin kompresor. Tak ayal dengan menggunakan peralatan yang tak ramah lingkungan tersebut, membuat terumbu karang dan habitat laut lainnya mengalami kerusakan. Dengan kondisi tersebut akan berbuntut panjang pada ekosistem laut yang kini dijaga oleh nelayan dan masyarakat setempat. "Dengan kondisi seperti itu, kami sepakat menolak mereka (nelayan kompresor, Red) mencari ikan disini tanpa syarat," ungkap Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karanggandu Supeno.

Dia melanjutkan, untuk itu para nelayan pancing ulur meminta agar aparat terkait, menindak tegas para pelaku nelayan kompresor. Sebab jelas mereka melanggar pasal 85 Undang-undang (UU) Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Apalagi mereka bukan asli penduduk Trenggalek, melainkan dari luar daerah. Belum lagi, proses penertiban nelayan kompresor bisa dilakukan di beberapa daerah, seperti Bali, Selayar, Banyuwangi dan sebagainya. Sehingga hal serupa juga harus bisa dilakukan di Trenggalek. "Jika daerah lain bisa mengapa di sini tidak bisa, makanya kami meminta pemerintah bertindak tegas, jangan sampai nanti terjadi gesekan sosial," katanya.

Baca juga: Perbaikan Empat Tanggul Tertunda

Sementara itu salah satu nelayan asal Desa Margomulyo Rikwanto menambahkan ditakutkan jika tidak ada tindakan tegas dari aparat, dan membiarkan hal ini berlarut-larut masyarakat nekat menerapkan hukum adat untuk menyelesaikannya. Untuk itu, jika Pemkab Trenggalek belum memiliki aturan resmi untuk memberikan saksi, maka setidaknya pemerintah bisa menghentikan proses tersebut. Sebab nelayan yang setiap hari mencari ikan dengan kompresor jelas memiliki itikad tidak baik, sebab mereka mayoritas tidak memiliki kelengkapan administrasi kependudukan. "Jangan sampai hal ini terus membuat nelayan lokal resah, dan berpotensi menimbulkan gesekan di lapangan. Sebab saat ini aktivitas yang mereka lakukan secara terang-terangan," jelasnya.

Senada diungkapkan perwakilan nelayan dari Karanggongso, Marjuki. Dia menjelaskan dalam hal ini tidak ada kegiatan tawar menawar, sehingga kegiatan mencari ikan dengan kompresor harus dihentikan. Apalagi saat ini nelayan lokal sudah kehabisan kesabaran, karena selalu diombang-ambingkan dengan ketidakpastian hasil musyawarah yang sudah berkali-kali dilakukan. Sehingga keputusan untuk menghentikan aktivitas tersebut sudah bulat, untuk menghindari bentrokan di kemudian hari. "Jadi dalam musyawarah yang kami lakukan, minta keputusan hari ini juga jangan ditunda, sebab jika ditunda hasilnya akan beda,"  jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news