alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Ajak Pemuda Blitar Peduli Pesisir

Farras Haidar Afifah, Penggagas Organinasi Maritim Muda Blitar

Harus Pintar Bagi Waktu

07 April 2021, 12: 02: 07 WIB | editor : Alwik Ruslianto

ENJOY: Farras asyik menikmati pesisir pantai Kabupaten Blitar yang dinilai sangat berpotensi.

ENJOY: Farras asyik menikmati pesisir pantai Kabupaten Blitar yang dinilai sangat berpotensi. (FARRAS HAIDAR AFIFAH FOR RADAR BLITAR)

Berbekal ilmu yang dimiliki, Farras Haidar Afifah memutuskan untuk mendirikan non-government organization (NGO) yang bergerak di bidang maritim. Tujuannya, sebagai wadah bagi para pemuda Blitar untuk berkegiatan dan berupaya memberdayakan masyarakat pesisir.

ADITYA YUDA SETYA PUTRA, Selopuro, Radar Blitar

Jam di dinding menunjukkan pukul 17.15, ketika wanita muda berjilbab itu menutup layar komputer jinjingnya. Rupanya, dia baru saja memimpin rapat bersama sejumlah kolega secara virtual. Dialah Farras Haidar Afifah, pendiri sekaligus ketua Maritim Muda Blitar. Dengan ramah, Farras berbagi tentang latar belakang terbentuknya organisasi yang diprakarsainya.

Baca juga: Gunakan Scoring Jarak Zonasi

Wanita berjilbab ini menuturkan, keinginannya untuk mendirikan NGO muncul begitu melihat potensi sektor maritim di Kabuaten Blitar begitu besar. Sebagai pemuda asli Blitar, merasa terpanggil untuk ikut memberdayakan sektor maritim di Kabupaten Blitar. "Saya sebagai warga Blitar merasa harus ikut andil dalam memaksimalkan dan memperkenalkan kekayaan maritim yang dimiliki Kabupaten Blitar," ujar warga Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro ini.

Dari situ, dia mulai menarik sejumlah pemuda Blitar melalui mekanisme open registration sejak awal tahun. Hingga kini, jumlah anggotanya mencapai 15 orang, yang seluruhnya berstatus sebagai mahasiswa. "Baru terbentuk Januari lalu. Anggota kita ada 15 orang dan semuanya masih duduk di bangku kuliah," tutur Farras.

Sulung dari dua bersaudara ini mengaku, hingga kini belum sempat bersua dengan para anggota organisasi ini. Kendala pandemi masih menjadi alasan utama. Sehingga berinisiatif tetap melaksanakan rapat koordinasi internal secara virtual melalui jejaring media sosial. "Rapatnya secara online via Google Meet atau Zoom. Selama ini kita belum pernah bertemu secara langsung karena masih terkendala pandemi," bebernya.

Di sisi lain, wanita yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini menegaskan, harus pintar-pintar membagi waktu. Bukan tanpa sebab, pembahasan program-program kegiatan organisasi harus dipisahkan dengan kegiatan akademik. Kendati demikian, kini sudah mulai terbiasa dengan kondisi ini karena semua dijalani tanpa adanya beban. "Untuk tabrakan (waktu, Red) sangat diminimalkan. Pasti harus dibagi waktunya. Jadi, pagi sampai sore saya ke kampus. Malamnya baru berkegiatan di organisasi," jelas mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya Malang ini.

Farras mengatakan, sebetulnya berniat untuk menginisiasi sejumlah kegiatan seperti tanam mangrove hingga kegiatan bersih pantai. Namun, hal itu urung dilaksanakan lantaran kendala yang sama, yaitu Covid-19. Selain itu, dia mengaku belum mendapatkan dukungan dari instansi terkait di wilayah Blitar karena kewenangan tersebut berada pada pemerintah di tingkat provinsi.

"Sebetulnya ada rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir, bersih pantai, hingga tanam mangrove di Pantai Serang. Tapi, belum bisa dilaksanakan karena kondisi belum memungkinkan. Lalu, kami juga belum mendapatkan support dinas terkait di tingkat kabupaten. Kemarin saya sudah sampaikan. Namun, mereka menyampaikan kalau kewenangan untuk kemaritiman di Kabupaten Blitar itu dari pemerintah provinsi," beber gadis kelahiran 14 April 2001 ini.

Namun, dia tetap ingin menularkan semangat ini kepada para pemuda Blitar untuk ikut dalam upaya pemberdayaan wilayah pesisir Bumi Penataran. Nah, dia ingin terlibat atau bahkan melaksanakan kegiatan gabungan bersama sejumlah organisasi sosial yang ada di Blitar. "Saya itu sebenarnya sangat ingin kolaborasi bersama organisasi atau komunitas di Blitar. Kita jadi bisa saling bantu dan bisa menarik minat para pemuda untuk ikut melestarikan alam," ungkapnya. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news