alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Warga Bendungan Keok di Kasasi

07 April 2021, 13: 14: 15 WIB | editor : Alwik Ruslianto

MASIH PROSES: Lokasi pembangunan Bendungan Bagong yang kini masih terkendala proses pembebasan lahan.

MASIH PROSES: Lokasi pembangunan Bendungan Bagong yang kini masih terkendala proses pembebasan lahan. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

BENDUNGAN, Radar Trenggalek - Warga Desa Sengon dan Sumurup, Kecamatan Bendungan yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong harus gigit jari akan besaran ganti untung yang dibayarkan pemerintah. Pasalnya, gugatan mereka untuk menaikkan harga tanah yang dimenangkan Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek pada 20 Oktober 2020 lalu, dibatalkan oleh putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

Seperti data yang diunggah pada situs resmi MA pada laman putusan3.mahkamahagung.go.id. Dalam putusan dengan Nomor 704 K/Pdt/2021, pengabulan kasasi oleh pemohon kasasi I kepala Kantor Pertanahan Trenggalek dan pemohon kasasi II kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS). Juga diputuskan pembatalan putusan PN Trenggalek Nomor 84/Pdt.P/2020/PN tertanggal 20 Oktober 2020 lalu. Dengan adanya keputusan tersebut, semua pihak harus melaksanakannya. "Memang benar sudah ada keputusan MA tentang kasasi persoalan pembayaran ganti untung itu. Namun seperti apa nantinya, kami belum bisa katakan," ungkap Humas PN Trenggalek Abraham Amrullah.

Dia melanjutkan, hal itu terjadi karena salinan putusan MA tertanggal 18 Februari 2021 kemarin baru dikirim ke PN Trenggalek pada Senin (5/4). Pihak PN pun belum mempelajari isi putusan secara detail dan meneruskan ke pihak bersangkutan untuk proses eksekusi. Kemungkinan proses tersebut akan dilakukan pada minggu ini. "Putusan MA tersebut akan segera kami tindak lanjuti dan salinannya akan diserahkan ke juru sita," katanya.

Baca juga: Tak Capai Targetpun Tetap Dicermati

Sejatinya memang ada gugatan permohonan keberatan akan putusan PN Trenggalek terkait kasus tersebut sebanyak empat berkas. Setelah itu, ada pengajuan kasasi dari pihak Kantor Pertanahan Trenggalek dan BBWS Brantas ke MA. Namun, dari empat berkas tersebut, baru satu berkas yang sudah keluar putusan kasasi oleh MA. "Jika ingin melihat seperti apa putusannya, silakan lihat sendiri di situs resmi MA. Sebab, kami tidak memiliki wewenang untuk mengomentarinya," jlentreh-nya.

Menanggapi itu, Kasi Pengadaan Tanah Kantor Pertanahan Trenggalek Muhammad Nur Fathoni masih enggan berbicara banyak. Sebab, masih menunggu salinan putusan yang akan dikirim. Dari situ, apa pun hasilnya pihaknya akan menghormatinya dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. "Indonesia adalah negara hukum, pastinya seperti apa keputusannya, nanti kami akan melaksanakannya," jelasnya.

Kasasi MA soal ganti untung ini berdasarkan putusan PN yang mengabulkan permintaan warga di Desa Sengon dan Sumurup yang meminta agar ganti untung dinaikkan. Yaitu dari nilai sebesar Rp 270 ribu per meter, dikabulkan majelis hakim PN Trenggalek dengan menambahkan ganti untung sebesar 80 persen dari nilai tersebut. Atas putusan tersebut, berlanjut dengan pengajuan kasasi Kantor Pertanahan Trenggalek dan BBWS Brantas. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news