alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Untuk Hidupkan Perekonomian

Pemkot Kembali Buka Pasar Takjil

Tempat Hiburan Malam Ditutup

08 April 2021, 09: 15: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RAMAI: Lokasi yang bakal menjadi kegiatan pasar takjil di Jalan Ahmad Yani, depan SMPN 1 Blitar.

RAMAI: Lokasi yang bakal menjadi kegiatan pasar takjil di Jalan Ahmad Yani, depan SMPN 1 Blitar. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Tahun ini Pemkot Blitar kembali membuka pasar takjil. Pertimbangan utamanya untuk menggerakkan roda perekonomian pada momen Ramadan. Meski begitu, protokol kesehatan (prokes) wajib diterapkan secara ketat. Itu berlaku secara keseluruhan, baik pedagang maupun pembeli.

Sebagaimana diketahui, tahun lalu pemkot meniadakan pasar takjil. Alasannya pandemi Covid-19 yang masih mencekam. Di sisi lain, aktivitas itu rawan penyebaran virus karena mengundang kerumunan orang.

Wali Kota Santoso menegaskan bahwa pasar takjil tahun ini kembali digelar. Pemkot ingin menghidupkan aktivitas perekonomian pada momen Ramadan tahun ini. "Kami gelar (pasar takjil, Red), tapi dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan ketat," tegasnya kemarin (7/4).

Baca juga: Rela Kencan Lunasi Angsuran HP

Pasar takjil bakal digelar di tempat yang sama. Yakni di Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan SMPN 1 Blitar. Pasar tersebut mulai buka menjelang buka puasa. Sejumlah pedagang berjejer di sisi selatan jalan menjajakan takjil.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemkot menerjunkan personel satpol PP, dishub, dan polisi untuk berjaga di lokasi pasar takjil. "Yang pasti akan kami awasi pelaksanaannya. Jika ada yang melanggar protokol kesehatan, bisa ditindak," ungkapnya.

Pemkot sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah. SE itu mengatur ketentuan sejumlah kegiatan selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri di tengah situasi pandemi korona.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo menyatakan, SE itu sudah diedarkan kemarin ke seluruh OPD, instansi, perkantoran, hingga perusahaan. SE tersebut menjadi pedoman masyarakat dalam melaksanakan kegiatan selama Ramadan. "Tentu karena ini masih dalam situasi pandemi, semua tetap harus dilakukan sesuai protokol kesehatan. Seperti ibadah Ramadan, salat tarawih boleh di masjid, tapi jumlah jamaah dibatasi," terangnya.

Selain itu, sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing. Apalagi menggelar acara buka bersama, wajib membatasi jumlah kehadiran hanya 50 persen dari kapasitas ruangan.

Hal lainnya, yakni terkait tempat hiburan malam. Selama Ramadan, tempat hiburan malam itu dilarang beraktivitas. Pengelola tempat karaoke diminta untuk menutup total. "Jika tetap ada yang nekat buka, kami tindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Mereka harus siap dengan sanksinya," tegasnya.

Sementara untuk kafe, lanjut dia, pemkot memberikan kelonggaran. Yakni diperbolehkan buka pukul 09.00. "Lalu tutup sementara saat ibadah tarawih mulai pukul 19.00 sampai 20.00. Kemudian buka lagi hingga pukul 23.00," tandasnya. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news