alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Pegal Linu Bisa Jadi Gejala Awal Covid

Hasil Pantauan Tenaga Spesialis

08 April 2021, 09: 20: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

KANIGORO, Radar Blitar - Evaluasi secara berkala serta sosialisasi masif kepada masyarakat terkait penanganan Covid-19 harus terus dilakukan. Pasalnya, stigma negatif terhadap penanganan Covid-19 masih mengiring proses penanggulangan korona di Bumi Penataran.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Eko Wahyudi mengatakan, pemerintah tidak main-main dalam menangani penyebaran korona. Sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang berpandangan miring terhadap usaha keras yang dilakukan. Stigma pengcovidan pasien masih sering kali didengar. “Ya, ini memang tugasnya pemerintah untuk terus memberikan penjelasan dan meyakinkan kepada masyarakat mengenai korona,” ujarnya.

Menurut dia, tenaga medis tidak mungkin berani memberikan status positif jika memang pasien bersangkutan tidak terpapar korona. Sebaliknya, predikat positif harus disematkan demi menjaga keselamatan serta menekan penyebaran virus yang sudah setahun lebih menginvasi Bumi Penataran ini.

Baca juga: Gaji GTT-PTT Bakal Cair Bulan Ini

Di sisi lain, Eko juga mengatakan, indikator korona kini berbeda dengan kondisi awal. Dulu masalah seputar pernapasan menjadi indikator. Sesak napas, batuk, pilek, hingga hilangnya indra penciuman. Kini, orang yang terpapar korona kadang juga menunjukkan gejala-gejala ringan seperti pegal linu dan diare. “Kalau dulu masalah pernapasan. Sekarang gangguan keju linu, masalah perut seperti diare, sehingga muncul anggapan dicovidkan,” tuturnya.

Hal ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan tenaga kesehatan alias spesialis yang secara langsung menangani pasien korona. Sayangnya gejala awal penderita korona ini belum bisa diterima masyarakat. “Jika hal ini terdeteksi tentunya bisa segera tertangani dan tidak menjadi berat,” tuturnya.

Hingga kemarin (7/4) jumlah warga terpapar korona sudah mencapai 4.936 orang, 443 orang di antaranya meninggal dunia. Hampir setiap hari ada penambahan kasus. Meskipun tidak mencapai ratusan orang, belasan orang baru terkonfirmasi positif korona.

Eko menjelaskan, adanya penambahan kasus yang relatif stabil setiap harinya bukan karena sudah diatur sebelumnya. Di sisi lain, jumlah itu bukan merupakan hasil pemeriksaan pada hari yang sama. Sebagian merupakan hasil pemeriksaan hari sebelumnya. “Jadi new all record-nya keluarnya hari itu, sebenarnya kumpulan pemeriksaan yang dilakukan beberapa hari,” imbuhnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news