alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Rp 72 Juta untuk Pemeliharaan Rambu

Sempat Terkendala Refocusing

08 April 2021, 09: 35: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TAK TERBACA: Sejumlah pengguna jalan melintas di bawah rambu-rambu usang di Kecamatan Kademangan, kemarin (7/4).

TAK TERBACA: Sejumlah pengguna jalan melintas di bawah rambu-rambu usang di Kecamatan Kademangan, kemarin (7/4). (AGUS MUHAIMIN/ RADAR BLITAR)

KADEMANGAN, Radar Blitar - Kondisi sebagian rambu-rambu lalu lintas di Bumi Pentaran tidak layak. Banyak yang sudah usang dan tak jelas dilihat. Untungnya anggaran pemeliharaan tahun ini tidak terdampak refocusing seperti tahun lalu. Dengan begitu, fungsi informasi atau petunjuk sarana pelengkap jalan ini bisa dikembalikan.

Kabid Teknik dan Sarana Tranportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Bayu Aji Mariska mengakui ada sejumlah rambu-rambu yang membutuhkan pemeliharaan. Sayangnya, hal itu tidak bisa dilakukan beberapa tahun terakhir. Karena pandemi korona, sebagian anggaran untuk perawatan atau pemeliharaan tersebut terserap untuk menangani penyebaran korona. "Tahun lalu sudah dianggarkan, tapi kena refocusing. Tahun ini aman," ujarnya.

Biasanya, perawatan rambu dilakukan setiap tahun. Pemeliharaan berkala ini harus dilakukan karena dapat menguras anggaran karena banyaknya sarana yang musti diperbaiki. Sarana pelengkap jalan itu sebagian sudah usang. Ada juga yang tertutup ranting pohon sehingga keberadaannya tidak terlihat oleh pengguna jalan. "Kami koordinasi dengan lingkungan hidup jika ada cabang pohon yang menutup rambu. Tapi kalau hanya ranting, biasanya langsung dirapikan saja," katanya.

Baca juga: Rp 72 Juta untuk Pemeliharaan Rambu

Untuk pemeliharaan rambu, dialokasikan sekitar Rp 72 juta. Tidak hanya itu, dishub juga bakal memasang audio announcer di sejumlah titik yang nantinya bisa memberikan informasi langsung kepada pengguna jalan.

Menurut dia, manfaat sarana tersebut tidak hanya untuk sosialisasi terkait keselamatan pengguna jalan. Namun, juga bisa sarana sosialisasi tentang Covid-19 maupun program pemerintah daerah lainnya melalui audio. “Rencananya nanti kami akan pasang audio annuoncer tersebut di lima titik strategis,” jelas Bayu.

Dishub juga berencana menambah sejumlah sarana pelengkap jalan lain. Di antaranya traffic light TL warning ligt. Itu karena di beberapa ruas jalan dinilai cukup membahayakan bagi pengguna jalan. Di antaranya di wilayah Kesamben, Wlingi, Kanigoro, Sanankulon, dan area RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. “Total untuk pengadaan traffic light dan rambu-rambu tahun ini sekitar Rp 700 juta,” imbuhnya.  (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news