alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Kado Istimewa Hari Jadi Ke-115 Kota Blitar

Raih Predikat Daerah Open Defecation Free

08 April 2021, 08: 54: 40 WIB | editor : Jessica AP

MEMBANGGAKAN: Wali Kota Blitar Santoso menerima penghargaan ODF dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dua hari lalu.

MEMBANGGAKAN: Wali Kota Blitar Santoso menerima penghargaan ODF dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dua hari lalu. (HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT BLITAR FOR RADAR BLITAR)

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mendapat kado istimewa di Hari Jadi Ke-115. Kado itu berupa penghargaan di bidang kesehatan tingkat regional.

Selasa lalu (6/4), Wali Kota Blitar Santoso menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa atas keberhasilan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak buang air besar (BAB) sembarangan, khususnya di sungai. Karena itu, Kota Blitar mendapatkan predikat sebagai daerah Open Defecation Free (ODF).

Penghargaan itu diberikan berdasarkan hasil verifikasi tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim. Kota Blitar juga termasuk dalam beberapa kota/kabupaten yang sudah terbebas dari perilaku BAB sembarang tempat. "Alhamdulillah ini merupakan kado terbaik di Hari Jadi Kota Blitar. Mudah-mudahan ini menjadi pemacu semangat kami untuk bekerja lebih baik lagi," ujar Wali Kota Santoso, kemarin (7/4).

Baca juga: Cerita Warga Sekitar Perlintasan KA Sumberjo yang Kerap Makan Korban

MEMBANGGAKAN: Piagam penghargaan ODF Kota Blitar.

MEMBANGGAKAN: Piagam penghargaan ODF Kota Blitar. (HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT BLITAR FOR RADAR BLITAR)

Menurut dia, diraihnya penghargaan itu tidak lepas dari peran sejumlah pihak terkait. Tidak hanya pemkot maupun Dinkes Kota Blitar, tapi juga kesadaran masyarakat sangat berperan dalam perolehan penghargaan ini. "Kami bersyukur kesadaran masyarakat untuk tidak BAB sembarangan, terutama di sungai sudah meningkat. Ke depan, kami berharap Kota Blitar terbebas dari kebiasaan buruk BAB sembarang itu," ungkapnya.

Sebab, BAB sembarangan itu merupakan kebiasaan buruk yang harus segera dihilangkan. Tidak hanya berdampak buruk pada lingkungan, tetapi juga kesehatan. Dengan BAB di tempat yang layak dan bersih, dipastikan kesehatan terjamin.

Apalagi, ini masih dalam kepungan pandemi Covid-19. Menjaga kebersihan dan kesehatan merupakan faktor utama dalam mencegah paparan berbagai virus termasuk virus korona. "Bila lingkungan dan masyarakat bersih, kesehatan juga semakin terjaga," terangnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Blitar melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) dr Dharma Setiawan mengatakan, Kota Blitar berhasil meraih predikat ODF. Yakni salah satu daerah yang terbebas dari perilaku BAB sembarangan.

Di antaranya, ada perubahan perilaku dalam BAB, terbangunnya sejumlah tempat BAB yang layak dan bersih hingga terbentuknya tenaga sadar sanitarian di setiap wilayah kelurahan. "Terlebih beberapa program kerja wali kota juga peduli terhadap masalah sanitasi di Kota Blitar setiap tahunnya," terang dokter ramah ini.

Menurut dia, perubahan perilaku BAB sembarangan itu terlihat dari sudah jarangnya masyarakat BAB di sungai. Sebab, sudah banyak rumah tangga yang memiliki jamban atau septic tank. "Apalagi, para lurah kini juga konsen terhadap masalah sanitasi ini," ujarnya.

Meski begitu, penghargaan itu tidak lantas menghentikan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait sanitasi. Dinkes tetap terus melakukan evaluasi dan verifikasi setiap tahun. "Kami berupaya keras mempertahankan predikat ini dan meningkatkannya," tandasnya. (*)

(rt/kan/esi/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news