alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Rp 99 Juta untuk Lifeguard

08 April 2021, 13: 11: 00 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KONSENTRASI: Seorang tenaga medis sedang mengobati luka salah satu pengunjung wisata pantai selatan Kabupaten Trenggalek usai ditolong lifeguard beberapa waktu lalu.

KONSENTRASI: Seorang tenaga medis sedang mengobati luka salah satu pengunjung wisata pantai selatan Kabupaten Trenggalek usai ditolong lifeguard beberapa waktu lalu. (SURJONO FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menggelontorkan anggaran sebesar Rp 99 juta untuk tenaga lifeguard (regu penyelamat). 

Melalui lama sirup.lkpp.go.id, pagu anggaran untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek sebesar Rp 99 juta dalam pengadaan lifeguard. Anggaran itu bersumber dari APBD yang memiliki kode RUP 27332266. Jenis pengadaan itu bersifat langsung tanpa melalui tender karena nilai anggaran di bawah Rp 100 juta. 

Sekretaris Disparbud Kabupaten Trenggalek Surjono mengatakan, pagu anggaran tersebut turun secara presisi atau tetap Rp 99 juta. Dalam realisasinya, pemkab tetap melibatkan pihak ketiga untuk mengonsep sistem penyeleksian hingga sistem gaji untuk setahun ke depan. Kendati begitu, pihaknya belum mengetahui besaran gaji untuk lifeguard tiap bulannya. "Karena penggajian juga dari pihak ketiga," ujarnya. 

Baca juga: Huda Pranowojati Dapat Berkah dari Hobi Memelihara Merpati Pos

Surjono menyebutkan, ada enam lifeguard yang lolos dari seleksi. Menurutnya, penyeleksian tersebut melibatkan profesi kepolisian. Dan kini para lifeguard sudah mulai bertugas. Mereka tersebar di tiga pantai di pesisir selatan, seperti di Pasir Putih, Simbaronce, dan Prigi. "Sudah selesai penyeleksian, sekarang sudah mulai bertugas," ungkapnya. Diakuinya, lifeguard masih dalam perlu pengembangan tempat. Pasalnya, sementara ini mereka menggunakan bangunan pusat informasi sebagai pos pemantauan.

Dalam laporan rutin petugas lifeguard, kata dia, para petugas menolong pengunjung yang mengalami kecelakaan saat berwisata, semisal jatuh, menginjak kaca, dan sebagainya. "Kemarin juga mengirim laporan untuk menolong pengunjung dari banana boat," sambungnya.

Di sisi lain, lanjut Surjono, lifeguard berperan penting untuk menambah rasa aman bagi pengunjung meski jumlahnya masih terbatas. Sejauh ini lifeguard masih dikembangkan di lingkup wisata yang dikelola pemkab. Khususnya, wisata yang dikelola masyarakat masih belum. "Secara perbup belum, tapi akan kami buatkan aturannya untuk lifeguard wisata yang dikelola masyarakat," ujarnya. (*)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news