alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung
Kerusakan Jalan Kian Parah

Masuk Paket Proyek Sodo-Bandung yang Masih Lelang

Di Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung

08 April 2021, 13: 22: 51 WIB | editor : Alwik Ruslianto

RUSAK PARAH: Pengendara melintas di ruas jalan Desa Suruhan Kidul yang mengalami kerusakan. Sedikitnya 90 lubang menghiasi sepanjang ruas jalan tersebut.

RUSAK PARAH: Pengendara melintas di ruas jalan Desa Suruhan Kidul yang mengalami kerusakan. Sedikitnya 90 lubang menghiasi sepanjang ruas jalan tersebut. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

BANDUNG, Radar Tulungagung - Masyarakat yang hendak melintas di sekitar jalan Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung hingga masuk Desa/Kecamatan Bandung harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Bagaimana tidak, kondisi jalan yang belum juga diperbaiki, ditambah banyaknya kendaraan bermuatan besar yang melintas di sepanjang jalan tersebut kian memperparah kerusakan yang ada.

Berdasarkan pantauan Koran ini, tercatat sedikitnya ada 90 lubang menghiasi sepanjang ruas jalan tersebut. Lubang-lubang tersebut memiliki diameter yang beragam. Dari yang kecil hingga yang lebar memakan hampir separo badan jalan. Sementara untuk kedalaman sekitar 10-20 sentimeter (cm). Meski terbilang tak terlalu dalam, kondisi ini cukup membahayakan bagi pengendara. Terlebih saat hujan turun dengan deras. Banyak lubang-lubang ini yang tertutup genangan air. Jika tidak hati-hati kemungkinan dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (laka).

Agil, salah satu warga Desa Suruhan Kidul mengaku, kerusakan yang terjadi di sepanjang jalan tersebut semakin parah. Ini karena banyaknya truk-truk besar, pikap, hingga mobil pribadi melintas di sepanjang jalan tersebut. Kendaraan bermuatan besar ini rata-rata membawa ikan segar dari dan menuju Pasar Ikan Bandung yang berada di Desa Bandung. “Rata-rata mereka membawa ikan segar yang akan dibawa ke pasar sana karena memang termasuk dekat kalau lewat sini,” jelasnya.

Baca juga: Warga Sengon dan Sumurup Harapkan Kebijakan Pemkab

Selain bermuatan besar, karena kendaraan-kendaraan ini membawa ikan segar, lelehan es yang tumpah di sepanjang jalan disinyalir menjadi salah satu penyebab. “Kalau faktornya apa saya kurang tahu pasti, karena yang lewat adalah kendaraan bermuatan ikan segar, cairan es yang meleleh itu bisa jadi merusak struktur jalan,” terangnya.

Pria berambut ikal ini berharap agar pemerintah terkait dapat segera memperbaiki jalan tersebut. Mengingat jalan tersebut merupakan salah satu akses penghubung wilayah Bandung dengan Campurdarat. “Harapannya supaya segera diperbaiki, supaya pengendara yang melintas juga aman karena ini termasuk ruas jalan yang cukup ramai,” imbuhnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulungagung Maryani memastikan pembangunan jalan di sepanjang ruas tersebut akan dilaksanakan tahun ini. Namun sampai kini untuk pelaksanaan masih berada pada tahap perencanaan dan lelang. Sehingga kemungkinan baru dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun atau sekitar bulan Juli atau Agustus mendatang. “Itu akan kami bangun tahun ini, tapi sampai kini masih tahap perencanaan dan lelang,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung ini melanjutkan, selain masih memasuki tahap perencanaan dan lelang, proses pembangunan dilakukan pada pertengahan tahun dengan maksud untuk menghindari musim penghujan. Sebab jika proses pembangunan dilaksanakan pada saat musim penghujan, akan berpengaruh pada kontruksi bangunan. Sehingga hasil tidak akan maksimal seperti yang diharapkan. “Rata-rata memang selalu pertengahan tahun karena kalau saat musim penghujan semacam ini, akan berpengaruh pada konstruksinya,” terangnya.

Nantinya paket pembangunan ruas jalan Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung akan menjadi satu paket dengan pembangunan jalan Desa Sodo, Kecamatan Pakel hingga Bandung.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung Robinson Parsaoran Nadeak mengatakan, ruas jalan di Desa Sodo, Kecamatan Pakel hingga Kecamatan Bandung mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun karena dana alokasi khusus (DAK) sebagai sumber pembiayaan perbaikan jalan tersebut belum juga turun, ditambah peraturan menteri keuangan (PMK) sebagai landasan penggunaan dana belum disahkan, maka proses pembangunan belum dapat dilaksanakan.

Robinson melanjutkan, dari 13 usulan yang telah diajukan, pusat menyetujui sedikitnya tiga ruas jalan saja yang diperbaiki melalui DAK 2021. Yakni ruas jalan Sodo-Bandung, Bandung-Besuki, Podorejo, Sumbergempol-Tunggangri, dan Kalidawir. “Dari 13 usulan itu, ada 3 ruas jalan yang disetujui oleh pusat untuk diperbaiki di 2021 ini menggunakan DAK,” tandasnya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news