alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan Ponsel hingga Logam Runcing

Razia di Lapas Kelas IIB Tulungagung

08 April 2021, 13: 23: 52 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TANGKAP BASAH: Petugas gabungan mendata hasil razia kamar warga binaan Lapas Kelas IIB Tulungagung, kemarin.

TANGKAP BASAH: Petugas gabungan mendata hasil razia kamar warga binaan Lapas Kelas IIB Tulungagung, kemarin. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Sejumlah barang yang tidak diperbolehkan dimiliki warga binaan diamankan petugas Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung pada Selasa (6/4) malam kemarin. Di antaranya ponsel, korek api, hingga benda tajam, seperti cutter, gagang sikat gigi yang diasah dan diperuncing, paku, hingga logam/besi yang diruncingkan.

Kalapas Kelas IIB Tulungagung Tunggul Buwono mengatakan, barang-barang terlarang tersebut merupakan hasil razia gabungan bersama BNN Tulungagung, Polres, dan Kodim 0807 Tulungagung pada Selasa kemarin (6/4). Barang-barang tersebut kemudian didata dan disita untuk dimusnahkan. “Untuk dua ponsel yang kami temukan sementara masih kami sita. Kami berupaya mendalami bagaimana barang terlarang masuk,” katanya.

Pendalaman dengan menggali keterangan warga binaan yang memiliki. Apabila ada keterlibatan dari petugas, pihaknya berjanji akan memberikan tindakan tegas. “Temuan ini juga jadi koreksi kami. Untuk meningkatkan pengawasan setiap harinya,” terangnya.

Baca juga: 18 Area Diusulkan Masuk Warisan Geologi Nasional

Hampir setiap kamar diobok-obok petugas. Terutama di kamar warga binaan narkotika. Ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang merugikan. “Sebenarnya kami rutin penggeledahan. Namun ternyata masih banyak ditemukan benda-benda tajam seperti ini. Sedangkan obat terlarang nihil ditemukan,” terangnya

Di sela razia kamar itu, BNN melakukan tes urine pada 18 narapidana (napi) yang dipilih secara acak. Namun hasilnya negatif. Artinya, tidak ada yang mengonsumsi narkotika di dalam lapas. “Ini sebagai salah satu pencegahan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas,” terang Kepala BNNK Tulungagung AKBP Sudirman.

Dia mengaku juga sangat mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pada lapas. Dengan memberikan layanan rehabilitasi dan konsultasi untuk narapidana. “Ada beberapa napi yang minta direhab. Mereka ingin bebas dari ketergantungan narkotika,” tandasnya. (*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news