alexametrics
Senin, 12 Apr 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Ormas Resmi Tak Jamin Bebas Paham Radikal

Bakesbangpol Lakukan Pencegahan Dini

08 April 2021, 13: 25: 37 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

KOTA, Radar Tulungagung - Masyarakat harus tetap terus waspada. Pasalnya, ratusan organisasi masyarakat (ormas) di Tulungagung yang sudah terdata di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakebangpol) belum tentu terbebas dari paham radikal. Maka dari itu, perlu ada deteksi dan pencegahan dini terhadap paham radikal yang berkembang.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Tulungagung Bambang Triono mengatakan, terungkapnya terduga teroris di Kota Marmer ini bukanlah kali pertama. Maka dari itu, pihaknya bersama kepolisian, TNI, dan intelijen telah melakukan pemantuan pada setiap kelompok-kolompok yang berkembang di masyarakat. “Kami akan mengumpulkan dari jajaran samping untuk berdiskusi terkait deteksi dan pencegahan dini terhadap penyebaran kelompok berpaham radikal,” tuturnya.

Bambang, sapaan akrabnya menjelaskan, deteksi dan pencegahan dini ini akan rutin dilaporkan kepada bupati Tulungagung. Tapi untuk menjalankan ini, tentu perlu dukungan dari berbagai pihak. Seperti forum kerukunan umat beragama (FKUB), MUI Tulungagung, dan sebagainya. “Kalau mengenai penyuluhan itu bukan ranah kami. Karena kami hanya melakukan pemantauan terhadap gerakan mereka,” jelasnya.

Baca juga: Masuk Paket Proyek Sodo-Bandung yang Masih Lelang

Saat disinggung apakah ormas yang sudah terdata di bakesbangpol itu terjamin tidak terpapar paham radikal, mantan sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung itu mengungkapkan, dari total ormas yang telah kami data, ada 206 ormas dan LSM. Dari jumlah tersebut, hanya 122 ormas yang aktif. Ratusan ormas tersebut belum tentu dipastikan apakah terbebas dari paham radikal. “Belum tentu ormas yang sudah masuk di data kami terbebas dari paham radikal. Karena kami hanya melakukan pencatatan saja. Dan tentu kami akan memantau setiap gerakan ormas-ormas tersebut. Jadi belum pasti ormas yang sudah terdata itu bebas dari paham radikal,” paparnya.

Sebelumnya, FKUB Tulungagung telah melakukan pemetaan potensi terjadinya konflik dan penyebaran paham radikal di 19 kecamatan di Tulungagung. Hasilnya, empat kecamatan yakni Kecamatan Kedungwaru, Rejotangan, Tulungagung, dan Besuki masuk dalam pantauan. Sebab, disinyalir berkembang kelompok berpaham radikal. Hampir semua desa di Tulungagung ada kelompok semacam itu meskipun dalam skala kecil. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news