alexametrics
Senin, 17 May 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Persiapan Jelang Penerapan Layanan SIM Online

10 April 2021, 10: 34: 42 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TETAP BUKA: Pemohon SIM ketika mengantre giliran di Satlas Trenggalek yang ke depan akan terus dilayani kendati SIM online telah diterapkan.

TETAP BUKA: Pemohon SIM ketika mengantre giliran di Satlas Trenggalek yang ke depan akan terus dilayani kendati SIM online telah diterapkan. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Masyarakat Kota Keripik Tempe dan sekitarnya harus rela mengantre beberapa waktu jika ingin mengurus surat izin mengemudi (SIM). Pasalnya, sejauh ini wacana pengurusan SIM lewat online oleh Korlantas Polri belum bisa dinikmati masyarakat luas.

Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Imam Mustolih mengatakan, program SIM online merupakan program dari Korlantas Polri. Sehingga pihaknya masih menunggu jadwal pasti peluncuran program baru tersebut yang dijadwalkan pada pertengahan bulan ini (April, Red). "Pastinya setelah peluncuran dari korlantas, kami akan mengikutinya dengan sosialisasi," katanya.

Dia melanjutkan, sambil menunggu informasi peluncuran tersebut, kini Satpas Polres Trenggalek tengah melakukan persiapan. Persiapan yang dilakukan meliputi sarana dan prasarana pendukung, termasuk sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. Tujuannya agar ketika program tersebut diresmikan, jajaran di Polres Trenggalek akan bisa langsung mengikutinya. "Perangkat keras maupun lunaknya tengah kami siapkan. Kapan pun digunakan," ungkapnya.

Baca juga: Ratusan Lampu Rusak di Taman Kali Ngrowo

Penyambutan dengan segera memang harus dilakukan karena pengurusan SIM online nanti akan memudahkan masyarakat dalam memperpanjang SIM. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebab kendati mekanisme pasti pengurusan seperti apa belum jelas, nantinya pemohon cukup melakukan pengurusan SIM di rumah, dengan mengikuti berbagai langkah yang ada pada aplikasi pengurusan SIM online tersebut. Sehingga tidak perlu mengantre dan berdesak-desakan di satpas. Apalagi rata-rata pemohon SIM setiap harinya di Satpas Trenggalek ada sekitar 100 orang.

Selain itu, program pengurusan SIM baru tersebut, rencananya semantara waktu hanya bisa dilakukan untuk proses perpanjangan SIM A dan C. Sedangkan untuk pembuatan SIM baru, ada mekanisme sendiri yang harus dilakukan dengan datang langsung ke satpas, seperti ujian praktik. Sedangkan ujian teori bisa dilakukan lewat online. "Pastinya itu sangat membantu masyarakat, khususnya yang rumahnya jauh. Apalagi ini masih pandemi. Nanti kendati pelayanan SIM online sudah dilakukan, kami akan tetap melayani pembuatan SIM offline. Satpas tetap buka," jelas Imam. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news