alexametrics
Senin, 17 May 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Dinkes Terima 730 Vial Vaksin

Hanya untuk 3.650 Sasaran

12 April 2021, 12: 11: 46 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TERBATAS: Petugas Dinkes Kota Blitar menunjukkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang baru tiba beberapa waktu lalu. Rencananya, dinkes mendistribusikan sejumlah vaksin tersebut ke setiap fasyankes di Kota Blitar.

TERBATAS: Petugas Dinkes Kota Blitar menunjukkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang baru tiba beberapa waktu lalu. Rencananya, dinkes mendistribusikan sejumlah vaksin tersebut ke setiap fasyankes di Kota Blitar. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar kembali mendapat stok vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jumlah yang diterima tidak banyak. Hanya sekitar 730 vial. Jumlah itu setara dengan 7.300 dosis vaksin.

Vaksin pencegah Covid-19 itu nantinya diperuntukkan sekitar 3.650 sasaran. Padahal, jumlah sasaran yang masih mengantre untuk disuntik kini mencapai 29 ribu orang pada tahap kedua ini.

Jika dibanding dengan kebutuhan vaksinasi sekarang, jumlah stok vaksin yang baru datang itu tidak ada seperempatnya. Sesuai rencana, stok vaksin yang baru diterima pada Jumat itu (9/4) bakal digunakan untuk lansia serta sejumlah pelayan publik yang belum divaksinasi.

Baca juga: Salur Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar Didik Djumianto mengatakan, sejumlah dosis vaksin yang baru tiba lebih diperuntukkan lansia. Namun, belum bagi semua lansia yang ada di Kota Blitar. "Berdasarkan data yang kami Terima dari dispendukcapil, jumlah lansia di Kota Blitar hampir mencapai 20 ribu orang," ujarnya, kemarin (11/4).

Dengan jumlah lansia itu, lanjut dia, dinkes masih akan menghitung kecukupan vaksin yang ideal. Sebab, stok vaksin yang baru tiba juga untuk vaksinasi sasaran lainnya. "Seperti pelayan publik, tenaga pengajar yang belum, hingga nakes, terutama yang penyintas Covid-19," katanya.

Nah, khusus untuk lansia, dinkes akan menghitung kebutuhan secara tepat. Bisa dimungkinkan vaksinasi bagi lansia difokuskan terlebih dahulu pada satu kelurahan. Apabila vaksin langsung dibagi rata di setiap kelurahan, dikhawatirkan menimbulkan kebingunan. Sebab, bisa jadi jumlah vaksin yang diterima antara satu kelurahan dengan yang lain akan berbeda. Karena jumlah keberadaan lansia di tiap kelurahan pasti berbeda.

"Mungkin satu kelurahan ada yang dapat (vaksin, Red) 100 orang. Di kelurahan lain ada yang lebih dari atau kurang. Itu saja belum semua lansia bisa divaksinasi saat itu juga," jelasnya.

Karena itu, vaksinasi bagi lansia bakal dilakukan secara bertahap. Mengingat ketersediaan vaksin juga terbatas. Dinkes tidak bisa menentukan kebutuhan vaksin karena semua sudah ditentukan oleh pusat.

Makanya, dinkes tidak bisa menentukan target kapan vaksinasi Covid-19 untuk tahap kedua ini. Semua tergantung ketersediaan vaksin yang ada. Jika vaksin masih ada, pihak dinkes lakukan vaksinasi. Namun bila sudah kosong, vaksinasi berhenti sementara menunggu pasokan vaksin dari pusat. “Selama ini hanya bisa menunggu dan bersabar dengan droping vaksin. Jadi kalau bilang target, vaksin harus tersedia cukup," kata Kepala Dinkes Kota Blitar dr M. Muchlis. (*)

(rt/kan/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news