alexametrics
Senin, 17 May 2021
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Ambil Barbuk, Tak Perlu Datangi Jaksa

Terkait Penerapan ETLE

12 April 2021, 12: 13: 19 WIB | editor : Alwik Ruslianto

PELAN-PELAN: Sejumlah pengendara melintas di simpang empat Kanigoro. Pemerintah berencana menggunakan sistem tilang elektronik dengan memasang kamera pemantau di sejumlah titik strategis.

PELAN-PELAN: Sejumlah pengendara melintas di simpang empat Kanigoro. Pemerintah berencana menggunakan sistem tilang elektronik dengan memasang kamera pemantau di sejumlah titik strategis. (DOK RADAR BLITAR)

SANANWETAN, Radar Blitar - Berbagai jenis aplikasi disiapkan untuk mempermudah pelayanan. Tak terkecuali dalam ranah penegakan hukum. Seperti proses tindak pelanggaran lalu lintas. Sayangnya, butuh waktu mewujudkan pelayanan secara online tersebut. Termasuk ketersediaan peranti penunjang pelaksanaan e-tilang.

Informasi yang diterima Koran ini, ada sekitar 14 titik yang sudah dipasangi sarana CCTV. Konon, untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, butuh fasilitas tambahan. Dengan kata lain, sarana pemantau ini belum bisa dimanfaatkan untuk menindaklanjuti rencana kepolisian menerapkan e-tilang alias electronic traffic law enforcement (ETLE) . 

Sayangnya, hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi dari pemerintah daerah terkait kesiapan pelaksanan kebijakan anyar tersebut.

Baca juga: Pemkab Bakal Bantu Bahan Bangunan

Kajari Blitar Bangkit Sormin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan aplikasi khusus terkait pelanggaran lalu lintas. Pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung penerapan kebijakan e-tilang. "Di masa pandemi, menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus korona itu penting sehingga mengurangi pertemuan langsung dalam hal pelayanan juga terus diupayakan," ujarnya.

Terkait dengan e-tilang, Kejaksaan Negeri sudah mempersiapkan rekayasa pelayanan. Nantinya tidak ada lagi pertemuan antara jaksa dengan pelanggar lalu lintas. Sebelumnya, pascaproses persidangan, pelanggar lalu lintas bertemu dengan jaksa untuk mengambil barang bukti (barbuk) tersebut. "Jadi nanti barbuk akan kami kirimkan melalui kantor pos. Pelanggar bisa menunggu di rumah, tidak harus datang ke kejaksaan," katanya.

Melalui aplikasi e-tilang ini, pelanggar akan mendapatkan informasi dari kejaksaan terkait sidang pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Nantinya, juga akan disampaikan besaran denda yang harus dibayar oleh pelanggar. Setelah membayar denda, pelanggar diminta menyampaikan bukti pembayaran dan proses pengiriman barang bukti melalui kantor pos akan diproses.

"Selama pelanggar mengirimkan bukti pembayaran, barang bukti akan kami antarkan ke kantor pos agar dikirim langsung ke rumah pelanggar," jelasnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news