alexametrics
Senin, 17 May 2021
radartulungagung
icon-featured
Blitar
Di Kabupaten/ Kota Blitar

240 Rumah Warga Terdampak Gempa

Juga Kantor Pemerintah dan Fasum

12 April 2021, 12: 14: 31 WIB | editor : Alwik Ruslianto

240 Rumah Warga Terdampak Gempa

BINANGUN, Radar Blitar - Tak hanya rumah warga, sejumlah fasiltas publik rusak parah akibat gempa yang melanda Blitar raya pada Sabtu (10/4). Proses perbaikan dan pembersihan bekas dan sisa reruntuhan mulai dilakukan pemilik rumah bersama aparat TNI/Polri. Tapi ada juga yang belum melakukan perbaikan karena khawatir reruntuhan bakal ambrol.

Informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, sedikitnya ada 344 bangunan terdampak gempa dengan skala 6,1 skala Richter (SR) kemarin (10/4). Pemerintah melakukan klasifikasi berdasarkan tingkat kerusakan. Yakni ringan, sedang, dan berat untuk per kecamatan. Hingga kini proses asesmen terkait dampak gempa ini masih terus dilakukan dan masih berpotensi untuk bertambah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Achmad Cholik melalui Staf Kedaruratan Lukman Ruba'I menegaskan, proses identifikasi kerusakan rumah warga maupun bangunan fasilitas umum lain masih terus dilakukan. “Ini masih terus dilakukan. Itu data sementara hingga siang tadi yang masuk ke kami,” ujarnya.

Misalnya saja, di wilayah Binangun yang sebelumnya hanya tercatat sekitar 36 bangunan rusak, kemarin (11/4) tercatat ada beberapa bangunan warga yang juga terdampak gempa bumi ini.

Camat Binangun, Hendri Bagus mengatakan, proses pembersihan material runtuhan bangunan sudah mulai dilakukan. Khususnya, untuk hunian masyarakat yang sebagian besar mengalami kerusakan ringan. Namun perlakuan sedikit berbeda untuk bangunan besar seperti fasilitas publik.  Bagian atap kantor Kecamatan Binangun rusak, plafonnya juga jebol. "Untuk hunian masyarakat tadi dibantu TNI dan Polri untuk pembersihan, tapi kalau kantor kecamatan belum ada kegiatan pembersihan," ujarnya.

Kantor Kecamatan Binangun memiliki dua lantai. Lantai pertama untuk pelayanan, sedangkan lantai dua biasanya digunakan untuk pertemuan. Namun karena bagian atap berlubang, otomatis tidak lagi bisa difungsikan untuk sementara. Pihak kecamatan juga tidak berani melakukan  pembersihan atau aktivitas lain di lantai atas. "Kami takut nanti atapnya jatuh. Itu berbahaya untuk orang di bawah. Kami pilih menunggu tim ahli yang menanganinya nanti," tegasnya.

Meski pelayanan masih bisa dilakukan dalam beberapa hari ke depan, yang jadi kendala saat ini adalah hujan. Sebab, otomatis air dapat masuk ke lantai dua dan pasti juga dapat mengalir ke lantai pelayanan. Untuk sementara ini, Henri memanfaatkan pasir untuk membuat tanggul kecil agar air tidak bisa masuk. Itu pun kemungkinan tidak begitu berarti ketika intensitas hujan tinggi.

Disinggung mengenai kerugian materiel, Hendri mengaku sudah melakukan perhitungan meski secara kasar. Khusus untuk kerusakan di kantor kecamatan sedikitnya kerugian yang dialami tak kurang dari Rp 100 juta. Itu belum termasuk hunian warga lainnya. "Semoga saja tidak hujan agar proses perbaikan bisa segera dilakukan," akunya.

Hal sama juga terjadi di gedung DPRD Kabupaten Blitar. Gedung utama untuk paripurna rusak parah. Untungnya bulan ini belum ada agenda untuk memanfaatkan fasilitas tesebut. Meski begitu, ketika ada agenda mendesak, ruang transit masih bisa dimanfaatkan sebagai alternatif. "Kami akan segera agendakan rapat pimpinan utuk menyikapi kondisi ini, " tegas wakil ketua DRPD Kabupaten Blitar Susi Narulita.

Kerusakan di lokasi ini jauh lebih besar ketimbang titik yang lain. Sebab, ada banyak fasilitas dewan yang tertimpa reruntuhan dan rusak. Sama seperti di kantor Kecamatan Wlingi, belum ada yang berani melakukan evakuasi karena khawatir bagian atap runtuh. "Yang jelas listrik sudah kami minta untuk dimatikan agar tidak terjadi korsleting listrik, " bebernya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news