alexametrics
Senin, 17 May 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Km 16-18 Kembali Longsor

12 April 2021, 13: 06: 03 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi

TUGU, Radar Trenggalek - Pengguna jalan yang melintas pada jalur utama Trenggalek-Ponorogo harus tetap berhati-hati. Kendati telah ada tebing pengaman tanah sepanjang jalur di kilometer (KM) 16 hingga 17 masih rawan longsor. Hal ini seperti yang terjadi pada Sabtu (10/4) sekitar pukul 23.00 kemarin, terdapat tiga titik longsor di sepanjang jalur tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Jawa Pos Radar Trenggalek, longsor tersebut bermula dari hujan deras yang mengguyur lokasi mulai sekitar pukul 20.00 hingga 23.00. Kemungkinan dengan kondisi tanah yang lentur dan beberapa bagian yang retak, air hujan mudah meresap dan berakibat longsor dengan skala sedang di tiga titik wilayah tersebut. Tak ayal, kondisi tersebut membuat arus Trenggalek-Ponorogo ditutup sementara waktu. "Mendengar ada informasi tersebut, kami bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan pihak terkait langsung meninjau lokasi untuk melakukan kegiatan gawat darurat," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Djoko Rusianto.

Dia melanjutkan, sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pembersihan. Sebab, selain material longsor yang menutup jalan, juga ada pohon sengon yang tumbang. Dengan kondisi penerangan yang kurang memadai, akhirnya proses pembersihan berlangsung satu jam lebih atau sekitar pukul 00.45 dan arus bisa dibuka kembali. "Tujuan kami agar secepatnya jalur bisa dilalui. Sebab, dengan kondisi yang gelap, proses pembersihan dilakukan sebisanya dan diteruskan kembali esok hari (kemarin, Red) ketika sudah terang. Tak lupa kami juga memasang rambu-rambu imbauan kepada pengguna jalan," katanya.

Baca juga: Terjadi Sembilan Kali Gempa Susulan

Senada diungkapkan Kapolsek Tugu AKP Supadi. Dia menambahkan, proses pembersihan ulang dilakukan pada pagi harinya sekitar pukul 09.00. Sebab, masih ada material longsor yang ada di bahu jalan yang bisa mengganggu penggunaan jalan. Sedangkan untuk proses pembersihan, menggunakan alat berat milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Dirjen Bina Marga. "Ketika proses pembersihan berlangsung, jalan kembali kami tutup total," imbuhnya.

Akhirnya sekitar pukul 11.45 proses pembersihan tersebut selesai dan jalan dibuka kembali. Itu terjadi karena dalam proses pembersihan, petugas melakukannya dengan hati-hati untuk mengantisipasi adanya longsor susulan akibat getaran alat berat. Selain itu, adanya tiga titik longsor juga memakan waktu pembersihan. "Kendati akses dibuka, tak lupa kami tetap memasang rambu-rambu peringatan di bahu jalan yang mengalami longsor agar semua yang melintas berhati-hati karena masih berbahaya," jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news