alexametrics
Senin, 17 May 2021
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Kreativitas Karang Taruna Desa Mirigambar Manfaatkan Potensi Desa

Ubah Anyaman Bambu Jadi Kanvas Seni Lukis

12 April 2021, 13: 20: 15 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KREATIF: Salah seorang anggota karang taruna Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol menyelesaikan lukisan pada anyaman kemarin (11/4).

KREATIF: Salah seorang anggota karang taruna Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol menyelesaikan lukisan pada anyaman kemarin (11/4). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Menggabungkan potensi desa dengan hobi mampu menciptakan sebuah produk seni bernilai tinggi, yakni anyaman lukis. Ini merupakan buah kreativitas anggota karang taruna Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. Lembaran anyaman bambu ini disulap menjadi kanvas baru untuk seni lukis.

 

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Sumbergempol, Radar Tulungagung

Baca juga: Terjadi 10 Kali Gempa Susulan

Lembaran anyaman berbentuk persegi sengaja dibiarkan berserakan di sebuah meja panjang yang berada di teras markas karang taruna Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. Tak berselang lama, dua orang pemuda keluar membawa kuas berbagai ukuran dan cat akrilik yang telah disiapkan pada sebuah wadah plastik. “Kami mau melukis anyaman-anyaman ini dengan cat akrilik,” ujar salah satu pemuda tersebut ketika melihat kedatangan Koran ini.

Ya, anyaman lukis menjadi salah satu produksi seni karya para pemuda-pemudi Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. Pemilihan anyaman sebagai media untuk mengaplikasikan kreativitas bukan tanpa alasan. Sutanto, salah seorang anggota karang taruna mengatakan, bagi warga Desa Mirigambar, anyaman bukan lagi sebatas produk yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Melainkan menjadi sebuah seni tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan oleh masyarakat.

Kultur masyarakat yang didominasi bekerja di luar kota, membuat kaum ibu berbondong-bondong mencari kesibukan selama menunggu sang suami bekerja. Menganyam menjadi kegiatan rutin yang dilakoni ibu-ibu di desa ini. “Rata-rata masyarakat di sini adalah perantau. Untuk itu, banyak kaum ibu yang mengisi waktunya di rumah untuk menganyam. Ini sudah dilakukan secara turun-temurun sampai kini. Bisa dibilang sekitar 70 persennya merupakan perajin,” jelasnya mengawali cerita.

Pria yang akrab disapa Tanto ini melanjutkan, kondisi kultur masyarakat yang seperti itu membuat seni anyaman menjadi salah satu produk unggulan bagi desa setempat. Tak heran sejak dahulu masyarakat Mirigambar terkenal sebagai pengrajin kalo dan irik (wadah nasi terbuat dari anyaman bambu, Red). Melihat adanya potensi desa yang bermodal dari kerajinan anyaman ini menggugah para anggota karang taruna untuk mengembangkan menjadi sebuah karya seni lain yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Karena anggota karang taruna didominasi oleh perupa (seseorang yang berkecimpung di seni lukis, Red), mereka berinisiatif untuk membuat gebrakan baru. Yakni anyaman lukis. “Ini merupakan perpaduan antara potensi desa kami dan kemampuan dari anggota kami yang memang ada di seni lukis,” ujar pria 38 tahun ini.

Sementara itu, Mohammad Riza Saputra, anggota karang taruna yang lain mengatakan, perpaduan ini dianggap menjadi peluang baru dalam mengangkat potensi desa. Sebab sampai kini belum banyak yang membuat lukis anyaman. Hal ini menjadi peluang bagus untuk dikembangkan. Sebagai langkah awal, anyaman lukis produksi anggota karang taruna ini ikut dalam sebuah pagelaran pameran yang diselenggarakan oleh salah satu komunitas perupa di Tulungagung.

Disinggung mengenai tantangan, dalam proses pembuatan, pemuda yang juga seorang pelukis mural ini tak menampik melukis pada anyaman memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya karena permukaan anyaman yang tidak rata. Sehingga mulai dari proses sketsa hingga proses pewarnaan sulit. Terlebih jika gambar yang dilukis memiliki tingkat kerumitan tinggi. “Semakin detail gambar yang dilukis, tentu semakin sulit. Karena permukaannya juga tidak rata. Berbeda dengan kanvas yang rata dan mudah dalam aplikasinya,” urainya seraya menunjukkan permukaan anyaman yang dimaksud.

Namun, meski tidak dapat menggambar begitu detail pada permukaan anyaman, justru menunjukkan keunikan tersendiri. Terlebih anyaman yang digunakan merupakan anyaman setengah jadi yang biasa digunakan untuk pembuatan irik.

Ditanya rencana ke depan, pemuda kelahiran 1997 ini mengatakan, para karang taruna akan menggandeng lebih banyak perajin dari Desa Mirigambar. Sementara untuk pengembangan produk masih tetap sama yakni mengombinasikan seni lukis dengan anyaman. Namun, nantinya tidak hanya untuk hiasan dinding, tapi juga untuk berbagai kebutuhan rumah yang lain. Seperti hiasan tutup lampu, maupun wadah yang dapat digunakan untuk kebutuhan dapur. “Pengembangan ke depan pasti ada, rencananya ingin menggandeng lebih banyak lagi perajin supaya dapat dikembangkan ke arah bisnis yang serius,” tandasnya. (*)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news