alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Mengambil Hikmah di Tengah Pandemi

19 April 2021, 12: 29: 27 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Mengambil Hikmah di Tengah Pandemi

TIDAK terasa pandemi Covid-19 sudah mencapai 1 tahun lamanya. Puasa Ramadan yang kita jalani pun genap dua kali bersama pandemi Covid-19. Ini adalah hal baru yang tidak hanya dialami bagi masyarakat muslim di Indonesia, tapi juga masyarakat muslim di seluruh dunia. Berbagai segmen kehidupan manusia telah berubah drastis karena datangnya virus Covid-19. Dua di antaranya yang menurut saya menonjol antara lain adalah bidang pendidikan dan ekonomi. Dalam bidang ekonomi, jelas kegiatan jual beli yang biasa dilakukan masyarakat berubah drastis dari segi nilai keuntungan. Sebab, terdapat aturan jaga jarak dan tidak diperbolehkan untuk berkerumun sehingga sulitnya para penjual bisa menjajakan barang jualan mereka.

Dari bidang pendidika, jauh lebih memprihatinkan lagi, anak-anak yang seharusnya wajib mengemban pendidikan di kelas serta mendapatkan materi dari guru secara face to face harus dilaksanakan secara daring atau nontatap muka. Memang jika dilihat dari sisi dunia teknologi ini adalah sebuah kesempatan untuk mengukur kemampuan kualitas pendidikan daring kita. Namun, dari efisiensi pemahaman materi peserta didik sangatlah minim, idealnya kegiatan pembelajaran daring dilakukan 2–3 kali saja. Karena efek dari wabah ini, maka kegiatan daring dilakukan secara total.

Mungkin untuk peserta didik level mahasiswa, ini menjadi bukan masalah berat dengan metode pembelajaran berbasis daring karena pembelajaran untuk ukuran mahasiswa sudah mulai mandiri berbeda dengan level anak sekolah. Anak-anak sekolah dasar khususnya, yang masih polos serta belum mampu dalam berpikir mandiri layaknya orang dewasa dilarang untuk tatap muka di kelas. Di sisi lain hal ini juga menjadi masalah, anak-anak yang di rumah pun banyak ditemui bermain smartphone dari pada belajar. Orang tua tidak bisa sepenuhnya mengawasi karena disibukkan dengan berbagai aktivitas. Bahkan, berjabat tangan pun tidak diperbolehkan, bagaimana wujud hormat seorang murid yang dilarang berjabat tangan (sungkem) kepada gurunya?

Baca juga: Puasa, Vaksinasi Lansia Jalan Terus

Wabah ini merupakan bagian dari kekuasaan Allah SWT kepada seluruh umatnya. Segala kegiatan yang umum dilakukan dan menjadi kebiasaan menjadi dilarang untuk dilakukan. Selain itu, segala kegiatan yang sudah direncanakan matang bisa berubah batal karena wabah ini disebabkan bersifat pengumpulan massa. Hal ini merupakan salah satu nasihat khususnya bagi seluruh muslim di dunia untuk selalu bersikap sabar. Sabar dalam menerima cobaan, serta sabar dalam menghadapi musibah secara mendadak. Kesabaran memang butuh sebuah latihan serta proses yang lama. Sesuai dengan potongan ayat Alquran surat Al Baqarah ayat 286 yang artinya “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” Ujian dari Allah ini merupakan bagian dari kekuasaan-Nya sebagai pemilik semesta alam serta bahan renungan bagi kita sebagai umatnya untuk tetap selalu bersabar dalam menghadapi ujian ini, sesuai makna yang terkandung pada ayat di atas bahwa Allah tidak akan membebani hambanya di luar kemampuan para hambanya. Semoga wabah ini segera berakhir. Allaahumma Aaaamiiin. (*)

Penulis: Rizal Furqan Ramadhan SKom MT

Profesi: Dosen Komputer IAIN Tulungagung

(rt/did/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news