alexametrics
Minggu, 24 Oct 2021
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Sempat Pulang Untuk Berpamitan

Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Mata Keluarga (2-Habis)

Berharap Ada Keajaiban

27 April 2021, 12: 18: 55 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERDUKA: Personel TNI dan Polri mengunjungi rumah duka di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut.

BERDUKA: Personel TNI dan Polri mengunjungi rumah duka di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

Doa tak henti-hentinya dipanjatkan oleh Sujarno yang merupakan ayahanda Sertu Ardi Ardiansyah, salah satu anak buah kapal (ABK) kapal selam KRI Nanggala 402 yang dinyatakan hilang dan tenggelam beberapa waktu lalu dalam pelatihan. Berharap datangnya kajaiban kepada anak sulungnya atas insiden tersebut.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Ngunut, Radar Tulungagung

Terlihat rumah Sertu Ardi Ardiansyah yang berada di Dusun Jenon, Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut banyak didatangi oleh tetangga dan kerabatnya. Isak tangis orang tua awak kapal KRI Nanggala 402 pecah seketika ketika keluarga TNI AL mendatangi kediaman. Saat itu suasana berubah menjadi haru. Air mata tak bisa terbendungkan, mengenang anak sulung yang selalu menjadi kebanggan keluarga itu. Hampir semua dinding rumah itu, dihiasi foto-foto gagah Sertu Ardi Ardiansyah ketika menggunakan seragam TNI AL.

Baca juga: Bangun Pos Penyekatan di Perbatasan Blitar-Malang

Sujarno yang merupakan ayahanda dari prajurit laut itu menceritakan bahwa sebelum insiden hilang dan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402, Sertu Ardi sempat pulang bertemu dengan keluarganya. Tepatnya dia pulang sebelum bulan Ramadan, meskipun hanya satu hari saja. “Sebelum puasa kemarin dia sempat pulang, dan kemudian berpamitan untuk menjalankan pelatihan di Banyuwangi,” tuturnya.

Bahkan Senin pekan lalu, sebelum menjalani pelatihan kapal selam KRI Nanggala 402 Ardi sempat mengirim pesan singkat menggunakan SMS kepada orang tua. Namun, sampai sekarang belum ada SMS lagi dari anak sulungnya itu. “Senin kemarin masih bisa membalas SMS, tapi sampai sekarang belum ada lagi pesan dari dia,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Pria 54 tahun itu mengungkapkan, bahwa Sertu Ardi baru satu tahun ini bergabung dalam KRI Nanggala 402. Sebelumnya dia hanya bertugas di kapal KRI biasa saja. Dan sudah sering dia mengikuti pelatihan di TNI AL. “Dia mulai naik kapal selam itu sekitar satu tahun,” ungkapnya.

Perjuangan Sertu Ardi untuk menjadi bisa bertugas menjaga ibu pertiwi penuh dengan perjuangan. Setidaknya sebelum dia bergabung dalam prajurit laut, dia sudah pernah mendaftar di kesatuan polisi dan TNI AD. Berbagai tes telah dilalui, hingga akhirnya dia diterima untuk bergabung menjadi anggota TNI AL. “Jadi sebelum menjadi anggota TNI AL, dia sebelumnya pernah mengikuti pendaftaran di kepolisian. Karena tidak lolos, dia mencoba lagi untuk mendaftar menjadi TNI AD, tapi juga tidak lolos. Hingga akhrinya dia mendaftarkan diri ke TNI AL, dan akhirnya dia diumumkan lolos menjadi anggota TNI AL,” terangnya.

Jarno –sapaan akrabnya-menambahkan, akhir tahun lalu Sertu Ardi baru saja melangsungkan pernikahanya dengan salah satu perawat yang bertugas di Rumah Sakit AL. “Tanggal 12 Desember 2020 lalu, dia baru saja menikah dengan orang Sidoarjo yang bekerja di RS AL Surabaya,” ucapnya.

Ketika Koran ini berpamitan, orang tua Sertu Ardi berpesan untuk meminta doa agar ada keajaiban bagi anak sulungnya. Dia berharap semoga anak sulungnya bisa selamat dari peristiwa hilang dan tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 di perairan Bali. “Saya minta doa semoga ada keajaiban untuk anak saya selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga lagi,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news