alexametrics
Senin, 20 Sep 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar

Empat Bulan 84 Kecelakaan

Didominasi Roda Dua

04 Mei 2021, 11: 06: 10 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

SANANWETAN, Radar Blitar - Nampaknya masyarakat Blitar harus betul-betul memperhatikan aspek-aspek keselamatan berkendara. Sebab, Satlantas Polres Blitar Kota mengaku jika angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Blitar masih terbilang tinggi.

Itu terlihat dari hasil rekapitulasi angka laka lantas dalam kurun waktu empat bulan terakhir yang dilakukan oleh Satlantas Polres Blitar Kota. Ada sebanyak 84 kasus laka lantas sejak awal tahun ini. "Jumlahnya cukup besar. Sebagian besar laka lantas disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas," ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan melalui Kasat Lantas AKP Tri Nuartiko.

Rinciannya, terjadi sebanyak 18 kasus laka lantas selama Januari, 24 kasus pada Februari, 23 kasus pada Maret, dan 19 kasus pada April. Dari jumlah tersebut, kendaraan roda dua atau motor mendominasi jumlah kasus laka. Sebab, dari total 84 kasus, ada sebanyak 128 kendaraan roda dua terlibat kecelakaan. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari pada 12 mobil penumpang yang terlibat kasus laka. "Sebagian besar memang masih didominasi oleh kendaraan roda dua," kata pria yang akrab disapa Tiko ini.

Baca juga: Cegat Pemudik, Awasi Jalur Tikus

Tiko menambahkan, hal ini tentu juga menimbulkan sejumlah korban. Baik itu korban meninggal dunia maupun korban luka. Dari data yang dia sampaikan, ada sebanyak 140 korban luka-luka dan sebanyak 16 orang meninggal dunia usai terlibat laka lantas sejak Januari lalu.

Jumlah tersebut belum termasuk angka laka lantas tunggal. Ada sebanyak 9 kasus laka lantas tunggal dalam kurun waktu yang sama. Oleh sebab itu, Tiko menyebut bahwa hal itu juga harus dievaluasi sebagai bahan perumusan kebijakan untuk meminimalisir angka laka lantas ke depan.

Terkait hal tersebut, Tiko mengklaim bahwa pihaknya bakal kembali menggencarkan kegiatan sosialisasi pada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan aspek-aspek kelengkapan berkendara. Seperti sabuk pengaman, helm, surat-surat kelengkapan berkendara, hingga pengecekan rutin kendaraan. "Ini menjadi perhatian juga. Karena itu terus kita sosialisasikan. Itu juga sebagai bentuk terapi kepada kasus laka yang tinggi," jelas pria berkacamata ini.

Selain itu, kegiatan patroli juga bakal ditingkatkan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Seperti di wilayah Ponggok dan Udanawu. "Tentu di titik yang banyak ditemukan pelanggaran dan laka seperti di Ponggok dan Udanawu. Patroli kita fokus di jam-jam rawan di pagi dan sore hari," pungkasnya. (*)

(rt/tya/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news