alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radartulungagung
Home > Politik
icon featured
Politik

Jangan Asal Pilih Sekda

Banyak Pekerjaan Rumah Harus Diselesaikan

05 Mei 2021, 11: 08: 53 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KANIGORO, Radar Blitar - Meski masih menjadi rahasia, bupati sudah memilih seorang pejabat untuk diangkat sebagai sekretaris daerah. Sejumlah kalangan berharap agar figur sekda yang baru tidak hanya bisa berkolaborasi dengan bupati dan wakil bupati (wabup) dalam merealisasikan visi misi. Namun, juga mengurai sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Sugianto menyatakan, masih cukup banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Selain persoalan pertambangan, pemerintah kini juga perlu menyiapkan terobosan untuk mengisi pundi keuangan daerah. Sektor perkebunan yang ada di Kabupaten Blitar bisa menjadi alternatif.

"Kabarnya kan sudah banyak yang mati izinnya. Kalau itu dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber pendapatan. Minimal pajak bumi bangunan," ujarnya.

Baca juga: 96 PMI Langsung Jalani Isolasi

Namun untuk sementara, lanjut dia, di awal jabatan, sekda harus menuntaskan masalah komunikasi dan koordinasi lintas sektor. Sebab, menjadi jika koordinasi kurang bagus, mengakibatkan penyelenggaraan pemerintahan terlihat masih nanggung. "Hal ini dapat dimaklumi karena memang belum ada sekda definitif sebelumnya. Kalau nanti sudah pelantikan, pastinya sedikit berbeda," jelasnya.

Sementara itu, menurut Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK) Trijanto, posisi sekda sangat strategis. Bupati bisa memanfaatkan figur tersebut untuk mewujudkan janji politik kepada masyarakat yang disampaikan selama momen pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu.

"Jadi jangan hanya sekadar asal ibu senang, sekda baru harus bisa jadi partner diskusi bupati menjawab kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, selain menjabat sebagai ketua tim anggaran daerah (TAPD) yang mengatur pemanfaatan kas daerah, sekda juga bertindak sebagai ketua badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (baperjakat). Artinya, sekda memiliki andil besar dalam pemanfaatan seluruh sumber daya yang ada. Baik itu keuangan maupun sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Blitar. "Dia (sekda, Red) bisa mengarahkan keuangan, juga merotasi personel di jajaran pemerintahan," kata Trijanto.

Untuk itu, pihaknya berharap bupati memiliki pertimbangan- pertimbangan khusus dalam memilih satu orang nama dari tiga orang kandidat yang diajukan oleh pansel. Bukan hanya agar tidak salah pilih, melainkan juga penyelengaraan pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Selain memiliki integritas yang tinggi, sekda harus cekatan. Terlebih ada banyak persoalan yang selama ini belum terselesaikan. Mulai dari masalah lama seperti kasus Jatilengger hingga persoalan pertambangan yang hingga kini belum jelas tindakan lanjut penanganannya. "Harus segera diinisiasi bagaimana penyelesaiannya. Tentukan juga deadline-nya,” jelas Trijanto.

“Jadi, selama ini isu tambang itu kan hanya mencuat jelang pilkada saja. Ini harus segera diselesaikan dan membawa manfaat yang sebenarnya untuk masyarakat Blitar," harapnya.

Dia menambahkan, pihaknya mendengar jika rancangan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) belum mengakomodasi sepenuhnya visi misi bupati. Pihaknya berharap kehadiran sekda definitif nantinya bisa mewarnai kebijakan pemerintah daerah selama periode lima tahun ke depan. “Masih banyak yang belum masuk. Seperti 1.000 sumur di wilayah selatan, isu pendidikan, dan yang lainnya. Jadi sekda harus bisa menjadi kawan diskusi bupati dalam mewujudkan janji-janjinya saat pilkada," imbuhnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news