alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radartulungagung
Home > Blitar
icon featured
Blitar
Terus Berinovasi Tingkatkan Pelayanan

Strategi Penanganan Stroke Hingga Efisiensi Anggaran

RSUD Ngudi Waluyo

12 Mei 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

STERIL: Ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi siap beroperasi.

STERIL: Ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi siap beroperasi. (RSUD NGUDI WALUYO FOR RADAR BLITAR)

WLINGI, Radar Blitar - Terus berinovasi menjadi cara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo meningkatkan pelayanan kesehatan. Terbaru, rumah sakit milik Pemkab Blitar  ini mengeluarkan strategi untuk penanganan stroke dan sebuah program untuk mempercepat pelayanan sekaligus efisiensi anggaran. Hal ini buah kerja kolektif para profesional rumah sakit untuk mewujudkan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo, dr Endah Woro Utami menuturkan, stroke merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia berdasar Riskesdas Tahun 2018. Diperkirakan 500 ribu orang di Indonesia mengalami stroke setiap tahunnya; 2,5% meninggal dunia; dan sekitar 97,5% pasien stroke mengalami gangguan fungsi anggota gerak, gangguan verbal, dan penurunan fungsi kognitif. “Kami buat ‘Blitar Serasi’ ini juga dengan harapan bisa menjadi salah satu solusi untuk menangani stroke,” katanya.

Inovasi BLITAR SERASI berupa terapi nonfarmakologi dengan menggunakan self healing, ROM (range of motion), dan terapi musik. Menurut Endah Woro,self healing akan membantu pasien stroke menerima kondisinya dan membutuhkan peran aktif dari keluarga. Sedangkan, ROM adalah latihan gerak untuk mencegah kekakuan sendi dan otot sejak dini. Terapi musik untuk memberikan rasa rileks dan nyaman pada pasien. “ Stroke memerlukan perawatan secepatnya untuk mencegah penurunan fungsi anggota gerak, verbal, dan kognitif,” imbuhnya.

Baca juga: Cerita Warga Tulungagung Puasa di Luar Negeri (5)

DR ENDAH WORO UTAMI, Direktur RSUD Ngudi Waluyo.

DR ENDAH WORO UTAMI, Direktur RSUD Ngudi Waluyo. (RSUD NGUDI WALUYO FOR RADAR BLITAR)

Woro, sapaan akrab Endah Woro mengaku, strategi penanganan stroke ini melibatkan perawat, fisioterapis, dan psikolog klinis. Inovasi Blitar Serasi tidak hanya berlaku bagi pasien, tapi juga keluarga pasien. Tujuannya tak lain agar pasien dan keluarga mampu melanjutkan terapi nonfarmakologi ini di rumah. “ Hal ini untuk meningkatkan peran serta keluarga selama proses rehabiltasi pasien pascastroke sehingga menurunkan angka kejadian decubitus pasien stroke,” katanya.

Tak hanya itu, tim inovasi rekam medis berkolaborasi dengan Instalasi Teknologi dan Informasi RSUD Ngudi Waluyo Wlingi juga berhasil merumuskan konsep percepatan pelayanan, efisiensi biaya, serta peningkatan loyalitas masyarakat. “Kami menyebutnya dengan Dar Der Dor Rame, yaitu Pendaftaran Digital Terjadwal Door to Door dan Rekam Medis Elektronik,” ujar Woro.

Perempuan berkacamata ini menuturkan, inovasi ini memudahkan pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Melalui sistem pendaftaran ini, pasien segera mendapatkan pelayanan dan pengobatan yang tepat sesuai data rekam medik yang lengkap.  “Inovasi ini merupakan penggabungan dari beberapa program pelayanan yang sebelumnya dibuat oleh rumah sakit. Yaitu SMS Gateway dan SI ANOMAN (sistem antrean nomor mandiri),” imbuhnya.

Secara teknis, sistem akan memberikan pemberitahuan kepada pasien pada H-1 dari jadwal periksa lanjutan yang ditetapkan. Pasien akan mendapatkan SMS informasi. Dengan menjawab “YA”, otomatis pasien sudah melakukan pendaftaran dari HP. Pasien akan mendapatkan jadwal pemeriksaan dan selanjutnya melakukan pendaftaran mandiri melalui aplikasi SI ANOMAN dan langsung menuju ke klinik tujuan. “Jadi, pada tahap ini semua menggunakan aplikasi. Artinya, ada efisiensi anggaran belanja di rumah sakit, minimal tidak lagi menggunakan kertas,” pungkasnya. (*)

(rt/muh/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news