alexametrics
Senin, 21 Jun 2021
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Waspadai Satu Jalur Black Spot

Kontur Jalan Kurang Baik

12 Mei 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

HATI-HATI: Ruas jalan nasional di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan menjadi salah satu titik yang cukup rawan terjadi kecelakaan.

HATI-HATI: Ruas jalan nasional di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan menjadi salah satu titik yang cukup rawan terjadi kecelakaan. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

DURENAN, Radar Trenggalek – Kendati arus kemungkinan tidak seramai dulu, masyarakat yang akan berlebaran dengan melewati wilayah Kota Keripik Tempe tetap harus waspada. Pasalnya, ada beberapa jalur yang kontur tanah kurang memadai hingga rawan longsor. Ini mungkin saja terjadi karena meski ada larangan mudik, masyarakat yang berada di aglomerasi rayon IV tetap boleh berkunjung

Apalagi beberapa bagian ruas jalan belum dilengkapi penerangan yang memadai hingga sangat rawan. Kendati demikian, yang perlu menjadi perhatian adalah adalah jalur Baruharjo-Warungasem, Desa Pandean, Kecamatan Durenan, yang kondisinya sedikit menikung. “Potensi kecelakaan di daerah situ bisa terjadi jika pemudik tidak waspada karena posisi jalan sedikit belok. Apalagi di jembatan antara Desa Malasan dan Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Trenggalek Ipda Singgih Marsudi Irawan.

Dia menambahkan, pada ruas jalan provinsi yang menghubungkan Trenggalek-Tulungagung dan Trenggalek-Ponorogo juga banyak ditemukan beberapa titik rawan kecelakaan. Hanya, tahun ini ada satu titik yang harus diperhatikan para pengguna jalan dan tidak berubah dibanding tahun lalu. “Ada satu jalur black spot di Trenggalek, yaitu jalan mulai dari simpang empat Durenan hingga simpang empat Kedunglurah,” tambahnya.

Baca juga: Pegang Kabel Terkelupas, Tewas Kesetrum

Mengenai jumlah jalur rawan kecelakaan di luar jalur black spot, yakni ada tiga titik. Tiga titik itu tersebar dari perbatasan Tulungagung hingga perbatasan Ponorogo. Khususnya di ruas jalan nasional maupun jalan provinsi. Seperti di Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan dan sebagainya. Di titik ini para pengendara sering mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi karena jalan lumayan mulus dan nyaris tanpa tikungan. Dan di simpang empat Durenan ada pertemuan arus dari beberapa wilayah.

Selain jalur rawan kecelakaan sepanjang jalur antara Tulungagung–Trenggalek–Pacitan/Ponorogo, sebagian berada di wilayah pegunungan yang notabene lampu penerangan yang minim.

Seperti jalur Trenggalek-Ponorogo di Desa Pucanganak sampai Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Di jalur provinsi tersebut jalan berkelok-kelok tajam tanpa ada penerangan jalan yang memadai. Apalagi di jalur kilometer (Km) 16 hingga 18 Trenggalek-Ponorogo Desa Nglinggis, hampir separo badan jalan ambles. Sehingga masyarakat yang ingin melewati jalur tersebut harus lebih berhati-hati. Sebab, kemungkinan jika terjadi penumpukan arus, membuat amblesnya jalan lebih parah lagi kendati telah diperbaiki.

Dengan demikian, penetapan jalur rawan di beberapa titik tersebut oleh petugas cukup beralasan. Mengingat beberapa hari ke depan aktivitas pengguna jalan semakin meningkat. Belum lagi saat arus balik. “Biasanya para pemudik berpikir untuk segera sampai ke tempat tujuan, tapi mengabaikan keselamatannya,” ujar perwira polisi dengan pangkat dua balok di pundak ini.

Untuk itu, petugas terus mengingatkan para pengguna jalan untuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat ke tujuan. Sebab, hal ini bisa berpengaruh pada tingkat kenyamanan saat berkendara. Selain itu, juga terus memantau kondisi tubuh dan waspada pada arus lalu lintas. Apalagi bagi pengunjung dari luar rayon yang tidak memiliki dokumen lengkap atau kondisi kurang baik, jangan sekali-kali memaksa. Sebab, dipastikan petugas akan menyuruh untuk putar balik. “Persiapan kembali harus maksimal. Lebih baik menunda perjalanan daripada ragu-ragu,” jelasnya. (*)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news